Banner ADV

Investasi Berau Tembus Rp3,7 Triliun, Target Rp8 Triliun Masih Dikejar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Investasi Berau Tembus Rp3,7 Triliun, Target Rp8 Triliun Masih Dikejar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Investasi Berau Tembus Rp3,7 Triliun, Target Rp8 Triliun Masih Dikejar

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memasang ambisi besar di sektor investasi. Tahun ini, nilai investasi yang dibidik mencapai Rp8 triliun, hampir dua kali lipat dari target yang ditetapkan pada 2025 sebesar Rp4,5 triliun.

Target tersebut bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025, realisasi investasi Berau justru melampaui ekspektasi dengan mencapai Rp8,76 triliun atau sekitar 194,71 persen dari target. Capaian itu bahkan membawa Berau menjadi daerah dengan persentase realisasi investasi tertinggi di Kalimantan Timur.

Memasuki 2026, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum tersebut. Hingga triwulan II, investasi yang berhasil direalisasikan di Berau telah berada di kisaran Rp3,6–Rp3,7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengakui target tahun ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Kondisi ekonomi dan kebijakan efisiensi di berbagai sektor juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam mengejar angka tersebut.

“Target tahun ini memang mengalami peningkatan cukup tinggi. Dari Rp4,5 triliun menjadi Rp8 triliun, sehingga tentu diperlukan strategi dan pemantauan yang lebih kuat,” ujarnya.

Menurut Nanang, pemerintah daerah tidak bisa hanya menunggu investor datang. Potensi daerah harus terus dikemas dan ditawarkan, sembari menyesuaikan promosi dengan kondisi perekonomian nasional.

DPMPTSP Berau juga memperkuat pengawasan terhadap investasi yang sudah berjalan. Pemantauan dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk mengetahui perkembangan kegiatan usaha sekaligus memastikan kewajiban pelaporan dan administrasi investasi dipenuhi.

Langkah tersebut dinilai penting karena pertumbuhan investasi tidak cukup hanya dilihat dari nilai yang masuk, tetapi juga dari keberlanjutan kegiatan usaha di lapangan.

“Yang sudah berinvestasi juga perlu kita kawal. Kami ingin mengetahui perkembangan kegiatan mereka dan memastikan kewajibannya kepada pemerintah berjalan,” kata Nanang.

Untuk memperluas jangkauan promosi, DPMPTSP juga menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain serta pemerintah provinsi. Sejumlah kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah menjadi ruang untuk memperkenalkan peluang investasi yang tersedia di Berau.

Di sisi lain, pemerintah daerah turut mendorong pelaku usaha lebih tertib menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Data tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mengetahui perkembangan investasi secara berkala sekaligus menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Nanang menyebut sektor pertambangan masih menjadi penyumbang investasi yang besar bagi Berau. Namun, pemerintah tidak ingin pertumbuhan ekonomi daerah hanya bertumpu pada satu sektor.

Arah kebijakan investasi mulai diperluas ke sektor pertanian, perkebunan, pariwisata hingga industri. Diversifikasi tersebut dinilai penting agar potensi ekonomi Berau dapat berkembang lebih luas.

“Tambang memang masih menjadi sektor yang dominan. Tetapi kita terus membuka peluang dari sektor lain karena Berau memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mulai dilihat sebagai bagian dari peluang investasi baru. Produk lokal Berau yang dibawa dalam berbagai kegiatan promosi di luar daerah, termasuk Jakarta, menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada pasar yang lebih luas.

Menurut Nanang, respons terhadap produk-produk lokal tersebut menunjukkan bahwa UMKM Berau memiliki ruang untuk berkembang apabila mendapat promosi dan akses pasar yang lebih luas.

Dengan realisasi yang sudah mencapai sekitar Rp3,7 triliun hingga pertengahan tahun, Pemkab Berau kini masih memiliki pekerjaan besar untuk mengejar target Rp8 triliun. Bukan hanya soal mengejar angka investasi, tetapi juga memastikan modal yang masuk mampu memperkuat sektor ekonomi daerah secara lebih beragam dan berkelanjutan. (Adv)