Meteran Air Hilang Dicuri, Warga Marga Sari Balikpapan Bingung Prosedur Penggantian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Meteran air milik warga Kelurahan Marga Sari hilang. (Foto: Dian Apriyanti)
Meteran air milik warga Kelurahan Marga Sari hilang. (Foto: Dian Apriyanti)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Meteran Air Hilang Dicuri, Warga Marga Sari Balikpapan Bingung Prosedur Penggantian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Meteran air milik warga Kelurahan Marga Sari hilang. (Foto: Dian Apriyanti)
Meteran air milik warga Kelurahan Marga Sari hilang. (Foto: Dian Apriyanti)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Meteran Air Hilang Dicuri, Warga Marga Sari Balikpapan Bingung Prosedur Penggantian 

Meteran air milik warga Kelurahan Marga Sari hilang. (Foto: Dian Apriyanti)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Warga RT 13 Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat, Dian Apriyanti mengaku kebingungan saat mengurus kehilangan meteran air milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

Keluhan tersebut disampaikan Dian melalui saluran WhatsApp, Kamis (1/10/2026). 

Ia sebelumnya membantu tetangganya yang menjadi korban pencurian meteran air untuk mengurus laporan kepada kepolisian dan PTMB.

Dian Apriyanti mengatakan, pencurian meteran air di kawasan Marga Sari telah terjadi beberapa kali. 

Ia bahkan mengaku menemukan sejumlah bukti yang diduga berkaitan dengan pencurian tersebut.

"Awal-awalnya dulu itu drat kuningannya dicopot. Akhirnya drat tidak bisa masuk ke mesin atau meteran kita. Sudah saya lapor ke polisi, tetapi katanya saya tidak berhak melapor karena ini milik PDAM," ujar Dian.

Menurut Dian, persoalan tersebut sebelumnya juga telah disampaikannya saat kegiatan reses bersama Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri. 

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keluhan terkait pencurian komponen hingga meteran air kepada pihak PTMB.

Ia kemudian mendapat informasi bahwa warga yang kehilangan meteran dapat melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dengan melengkapi bukti berupa foto maupun video. 

Laporan tersebut selanjutnya disampaikan kepada PTMB untuk proses penggantian meteran. Ia pun mendatangi Kantor PTMB di Jalan Ruhui Rahayu yang dikenal kawasan Ring Road.

Namun, ketika membantu tetangganya mengurus penggantian meteran yang hilang, Dian mengaku mendapat informasi berbeda dari petugas di kantor PTMB.

"Dia bilang, ‘Ibu lapor polisi, difoto, divideokan, lapor polisi. Nanti laporan polisi sama video dan gambar Ibu laporkan ke PTMB yang di Ring Road itu. Nanti di sana diganti tanpa biaya.’ Oke, saya bilang," tuturnya.

Dian kemudian membawa dokumen dan bukti yang diperlukan ke kantor PTMB. 

Namun, ia mengaku diarahkan ke loket lain dan mendapat informasi bahwa penggantian meteran dikenakan biaya sekitar Rp477 ribu.

"Oh Bu, ini lanjut ke loket 8, 477," kata Dian menirukan ucapan petugas loket.

Ia pun bingung dengan angka tersebut, apakah berupa kode pergantian gratis atau penyelesaian masalah.

"Saya tanya, ‘477 itu kode apa?’ Ternyata Rp477.000 untuk pemasangan meteran yang baru. Katanya gratis, tetapi dibilang tidak ada yang gratis," ujar Dian.

Kondisi tersebut membuat Dian mempertanyakan kejelasan prosedur penggantian meteran air yang hilang akibat pencurian. 

Ia juga mengaku telah menanyakan hal tersebut kepada petugas keamanan di lokasi dan mendapat jawaban bahwa tidak ada penggantian meteran secara gratis.

Dian berharap PTMB dapat memberikan kejelasan sekaligus mengambil langkah untuk menindaklanjuti maraknya pencurian meteran air di kawasan Marga Sari.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada satu rumah. 

Ia menyebut kehilangan meteran air terjadi di sejumlah RT di kawasan tersebut, termasuk kawasan pertokoan Pandansari.

"Musim kecolongan lagi. Dari se-Marga Sari betul-betul. Kalau ditelusuri itu tiap RT ada sekitar 10. Kehilangan meteran juga terjadi di pertokoan Pandansari," katanya.

Dian juga menyebut warga telah menyampaikan persoalan tersebut melalui grup komunikasi RT yang di dalamnya terdapat unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Ia berharap ada langkah konkret dari PTMB bersama pihak terkait agar pencurian meteran air tidak terus berulang dan warga mendapatkan kepastian mengenai mekanisme penggantian meteran yang hilang.

"Intinya itu tunggu gebrakan dari PTMB untuk menindaklanjuti kehilangan kami ini, terutama di perumahan atas air," tuturnya.