Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Aliansi Balikpapan Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota Balikpapan, Kamis (1/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terkait persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat.
Aksi sempat diwarnai aksi dorong-mendorong di pagar Kantor Wali Kota. Massa juga menutup akses lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang berada di depan kantor tersebut.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Jusliadin menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi bahan evaluasi mereka terhadap Pemkot Balikpapan.
Aliansi menyoroti lima persoalan utama, yakni ketersediaan air bersih, sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi, pemadaman listrik, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat, serta pembangunan RSUD Sayang Ibu di Balikpapan Barat.
Menurut Aliansi Balikpapan Bergerak, persoalan tersebut telah disampaikan dalam sejumlah aksi sejak 2024 hingga 2026.
"Kami menilai tindak lanjut dari pemerintah terhadap persoalan tersebut masih belum memberikan kejelasan dan solusi konkret," ucap Jusliadin.
Untuk persoalan air bersih, massa menyoroti masih adanya sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan air bersih.
Mereka meminta Pemkot Balikpapan dan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Selanjutnya, massa menyoroti antrean BBM bersubsidi yang masih terjadi di sejumlah SPBU.
Aliansi menilai kebijakan pengaturan jam pengisian dan sistem ganjil-genap belum menyelesaikan persoalan utama yang mereka sebut berkaitan dengan keterbatasan kuota.
Aliansi juga meminta Pertamina menambah kuota BBM di Kota Balikpapan sesuai kebutuhan masyarakat.
Mereka juga mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap praktik pengetapan BBM.
Persoalan lainnya adalah pemadaman listrik. Massa meminta PT PLN (Persero) memberikan transparansi mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Balikpapan.
Selain itu, Aliansi Balikpapan Bergerak menyoroti masih adanya kendaraan angkutan berat yang melintas pada jam yang telah dibatasi pemerintah.
Mereka meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan berat yang melanggar ketentuan jam operasional.
Terakhir, massa mempertanyakan pembangunan RSUD Sayang Ibu di Balikpapan Barat yang hingga kini belum selesai.
Aliansi mendesak Pemkot Balikpapan memberikan transparansi terkait pembangunan rumah sakit tersebut, termasuk penggunaan anggaran serta kepastian kelanjutan pembangunannya.
Mereka juga meminta adanya kepastian terkait kondisi rumah warga yang disebut mengalami keretakan akibat pembangunan rumah sakit.
Atas sejumlah persoalan tersebut, Aliansi Balikpapan Bergerak meminta Pemkot Balikpapan segera memberikan tindak lanjut yang konkret terhadap tuntutan masyarakat.
Mereka berharap persoalan pelayanan dasar, transportasi, kelistrikan, BBM, hingga pembangunan fasilitas kesehatan dapat segera mendapatkan penyelesaian.


