Banner ADV

Dinkes Kukar Siapkan Strategi Puskesmas Tetap Layani UGD 24 Jam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dinkes Kukar Siapkan Strategi Puskesmas Tetap Layani UGD 24 Jam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dinkes Kukar Siapkan Strategi Puskesmas Tetap Layani UGD 24 Jam

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan seluruh puskesmas di wilayah Kukar diarahkan untuk memberikan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan skema pelayanan tersebut telah dirancang dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing puskesmas, terutama keterbatasan tenaga kesehatan.

“Ada di rancang khusus. Insya Allah semuanya sudah UGD 24 jam,” ujar Ismi. Kamis (1/10/2026)

Menurutnya, Kukar memiliki 30 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan kondisi geografis yang luas serta keterbatasan sumber daya manusia, masing-masing puskesmas tetap diminta menyiasati pola pelayanan agar kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi.

“Dengan segala, kita punya 30 puskesmas, dengan segala keterbatasan tenaga yang mereka miliki. Mereka tetap berkomitmen untuk menyiasati untuk tetap membuka UGD 24 jam,” katanya.

Ismi menyebut, sejumlah puskesmas di wilayah hulu bahkan telah menerapkan pelayanan 24 jam sebelum adanya instruksi dari Bupati Kukar. Beberapa di antaranya juga telah memiliki layanan rawat inap.

“Kalau kayak di Hulu itu tidak sebelum instruksi Pak Bupati itu pun mereka sudah 24 jam bahkan sudah rawat inap,” jelasnya.

Ia menegaskan, komitmen tersebut akan terus didukung oleh Dinkes Kukar. Dukungan diberikan dengan menyesuaikan kemampuan yang tersedia, termasuk dalam mengatasi keterbatasan tenaga medis di sejumlah wilayah.

“Jadi ini komitmen Pak Bupati kita penuhi, kita support dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki,” ungkap Ismi.

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan juga diminta tetap siaga apabila terdapat pasien yang membutuhkan penanganan di luar jam pelayanan reguler. Kondisi tersebut termasuk di wilayah yang belum memiliki dokter yang bertugas secara tetap.

Ismi mencontohkan pelayanan di Kecamatan Tabang. Ketika terdapat pasien yang membutuhkan penanganan, tenaga puskesmas tetap disiapkan untuk memberikan pelayanan dengan dukungan dokter melalui sistem on-call.

“Tadi kan kayak tenaga gitu kan tapi insyaallah teman-teman stand by. Makanya kalau ada kemarin ada kasus-kasus misalnya di Tabang, teman-teman puskesmas ready untuk kenapa ada pasien-pasien yang datang,” tuturnya.

“Teman-teman siap meskipun tercatat tidak ada dokter di situ tapi tetap bisa on-call dengan itu cara kita mengatasi dan bahkan dengan teman-teman dokter di dinas kesehatan,” sambungnya.

Menurut Ismi, pola tersebut menjadi salah satu strategi Dinkes Kukar untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah keterbatasan tenaga. Koordinasi antara puskesmas dan dokter di lingkungan Dinkes terus dilakukan untuk menangani kebutuhan masyarakat.

“Kita cari caralah dengan segala keterbatasan yang kita miliki untuk memaksimalkan pelayanan,” pungkasnya. (Adv)