Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Sepaku, RT 2, Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Api membakar sebuah rumah yang berdampingan dengan bengkel las dan bubut. Kobaran api sempat membesar hingga membuat warga panik dan petugas pemadam kebakaran harus berjibaku memadamkan api di lokasi.
Akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala petugas karena kondisi permukiman yang cukup padat dan jalan masuk yang sempit. Petugas bahkan harus membuka pagar untuk memasukkan selang pemadam ke titik api.
Lokasi kebakaran berada di pinggir jalan, tidak jauh dari Panti Asuhan Amanah Ummat dan Masjid Ash-Shiddiq yang berbatasan dengan Kelurahan Baru Tengah.
Dari pantauan di lapangan, bagian lantai dua rumah hangus terbakar dan menyisakan kerangka bangunan. Api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke bangunan warga di sekitarnya.
Warga setempat, Anto mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah yang terbakar.
Saat mengetahui kejadian tersebut, ia langsung berteriak meminta warga sekitar untuk keluar dan menyelamatkan diri.
"Tadi dari belakang. Saya melihat dari atas kebakarannya, jadi saya teriak-teriakin orang," ujar Anto.
Ketua RT 2 Kelurahan Marga Sari, Kadariani mengatakan, dirinya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Menurutnya, bangunan yang terbakar merupakan rumah yang berdampingan dengan bengkel. "Rumah ada bengkel. Orangnya sudah dievakuasi," katanya.
Kadariani menyebut penghuni rumah sempat berada di dalam bangunan saat kejadian. Namun seluruh penghuni kemudian berhasil dievakuasi.
Lurah Marga Sari, Hendra Wijaya Prawira mengatakan menerima informasi kebakaran dari Ketua RT sekitar waktu Magrib. Informasi awal menyebut kebakaran terjadi di RT 1. Setelah dilakukan pengecekan, titik api ternyata berada di RT 2.
"Alhamdulillah sekitar 30 menitan penanganannya dan sudah mulai pendinginan," kata Hendra.
Ia mengatakan bangunan tersebut merupakan rumah tinggal sekaligus tempat usaha bengkel bubut yang masih aktif.
Terkait penyebab kebakaran, Hendra menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Tapi, penyebab tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. "Masih dugaan. Artinya nanti kita menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian," ujarnya.
Menurut Hendra, terdapat dua bagian bangunan yang terdampak, yakni rumah tinggal dan bengkel.
Setelah kejadian, pihak kelurahan akan melaporkan peristiwa tersebut kepada Camat Balikpapan Barat, melakukan pendataan kerugian, serta berkoordinasi dengan kepolisian.
Danru UPTD Penaggulangan Bencana Daerah Baru Tengah BPBD, Mardiono mengatakan penanganan kebakaran turut dibantu sejumlah pos pemadam kebakaran lainnya.
"Alhamdulillah untuk kita dari BPBD sementara bisa menangani. Pos-pos lain juga segera membantu untuk masalah kejadian kebakaran ini," kata Mardiono.
Ia menyebut sekitar tujuh unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api.
Menurut Mardiono, kondisi bangunan yang rapat menjadi kendala petugas.
Tim harus membuka pagar terlebih dahulu agar selang pemadam dapat masuk menuju titik kebakaran.
"Kalau kita tidak dobrak pagar itu, susah. Setengah mati itu," ujarnya.
Mardiono mengatakan api berhasil dikuasai sekitar 30 menit setelah petugas melakukan penanganan.
Dalam kejadian tersebut, seorang penghuni rumah sempat mengalami syok akibat kebakaran dan kemudian dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan.
Hingga api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.


