Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor minyak dan gas bumi (migas) melalui peluang partisipasi interest (PI) pada blok migas baru yang dikelola perusahaan energi ENI.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan, berdasarkan data pendapatan daerah dari PI, kontribusi dua blok migas yang saat ini berjalan menunjukkan tren penurunan secara bertahap.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari tren produksi migas yang juga terus mengalami penurunan. Dampaknya, pendapatan daerah yang bersumber dari PI ikut mengalami penyusutan.
“Kalau kita lihat dari laporan secara data serial terhadap pendapatan kita terhadap PI, utamanya sekarang ada dua blok yang sedang berjalan, itu memang gradualnya itu semakin menurun,” ujarnya.
Meski demikian, Aulia menyebut terdapat peluang untuk kembali meningkatkan pendapatan daerah melalui keterlibatan dalam pengelolaan blok gas ENI. Saat ini, Pemkab Kukar tengah berupaya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk mendapatkan PI dari blok tersebut.
Menurutnya, keberadaan blok baru itu diharapkan dapat menjadi sumber tambahan pendapatan daerah sekaligus menjaga kontribusi sektor migas terhadap keuangan daerah.
Namun, Pemkab Kukar tidak ingin hanya bergantung pada penerimaan PI sebagai pihak yang bersifat pasif. Ke depan, pemerintah daerah juga ingin terlibat lebih jauh sebagai pelaku usaha di sektor migas.
Aulia menjelaskan, peluang tersebut terbuka karena perusahaan daerah yang dimiliki Pemkab Kukar dinilai memiliki kemampuan untuk menjalankan kegiatan usaha di sektor migas.
“Kita berharap PI ke depan ini bukan hanya kita menjadi pelaku yang pasif, akan tetapi juga kita bisa menjadi pelaku aktif di sektor usaha migas itu sendiri,” tegasnya.
Ia berharap, keterlibatan perusahaan daerah secara langsung dalam kegiatan usaha migas dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sektor tersebut tidak hanya berasal dari pembagian PI, tetapi juga dari aktivitas bisnis yang dijalankan.
“Sehingga kita berharap nilai ungkitnya terhadap pendapatan asli daerah itu bisa menjadi semakin besar lagi,” pungkasnya.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Kukar untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam, terutama di tengah tren penurunan produksi migas yang selama ini menjadi salah satu sumber penerimaan daerah. (Adv)



