Banner ADV

Panen Padi IR 64 di Berau Jadi Upaya Amankan Stok Benih Jelang Musim Hujan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Panen Padi IR 64 di Berau Jadi Upaya Amankan Stok Benih Jelang Musim Hujan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Panen Padi IR 64 di Berau Jadi Upaya Amankan Stok Benih Jelang Musim Hujan

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Upaya menjaga ketersediaan benih padi di Kabupaten Berau mulai dipersiapkan sejak masa panen. UPTD Balai Benih Padi dan Hortikultura (BBPH) Kabupaten Berau memanen padi varietas IR 64 di lahan seluas satu hektare.

Panen tersebut tidak sekadar mengejar hasil produksi gabah. Padi yang dibudidayakan di lahan BBPH itu disiapkan sebagai stok benih padi berlabel putih untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam mendatang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, hadir langsung dalam kegiatan panen tersebut bersama Kepala UPTD BBPH, Adi Mulyo.

Varietas IR64 dipilih karena masih menjadi salah satu jenis padi yang banyak diminati petani. Dengan usia panen berkisar 110 hingga 120 hari, varietas tersebut dinilai menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang baik pada lahan pembenihan BBPH.

“Hasil panen kali ini selanjutnya diarahkan untuk mendukung kebutuhan benih pada musim tanam III (MT III) yang diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember 2026,” ucapnya.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi persoalan keterbatasan benih yang masih dihadapi petani. Produksi benih dari lahan milik pemerintah diharapkan dapat memperkuat ketersediaan benih berkualitas yang dapat diserap petani lokal.

Lita juga mendorong agar pengelolaan lahan BBPH terus dikembangkan. Dengan perluasan dan optimalisasi lahan pembenihan, kapasitas produksi benih diharapkan ikut meningkat sehingga kebutuhan petani Berau dapat dipenuhi lebih banyak dari produksi daerah sendiri.

Bukan sekadar panen, hasil dari satu hektare lahan ini diproyeksikan menjadi modal penting untuk memastikan petani memiliki benih saat memasuki musim tanam berikutnya.

“Upaya ini menjadi salah satu langkah DTPHP Berau dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong peningkatan produksi padi di daerah,” tambahnya. (Adv)