Sony Suwito Resmi Jadi Sekda Bontang, Wali Kota Neni Langsung Berikan Arahan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sony Suwito Resmi Jadi Sekda Bontang, Wali Kota Neni Langsung Berikan Arahan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sony Suwito Resmi Jadi Sekda Bontang, Wali Kota Neni Langsung Berikan Arahan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Bambang Irawa

BONTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang yang baru, Sony Suwito Adicahyono, langsung dihadapkan pada sejumlah agenda strategis pemerintah daerah. Mulai dari efisiensi anggaran, reformasi birokrasi, hingga percepatan pembangunan Gedung C rumah sakit daerah.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 800.1.3.3.2552/BKPSD/2026. Sebelumnya, Sony menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang.

Dalam arahannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menekankan agar jabatan Sekda tidak hanya berorientasi pada administrasi pemerintahan, tetapi mampu memastikan setiap kebijakan dan anggaran memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Ia meminta penerapan prinsip money follow program dalam pengelolaan APBD. Artinya, anggaran harus diarahkan pada program yang memiliki manfaat nyata bagi warga.

“Setiap rupiah yang kita anggarkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Jumat (2/10/2026).

Neni juga meminta Sekda baru memperkuat reformasi birokrasi dan efisiensi anggaran. Inovasi di setiap lini pelayanan publik dinilai perlu didorong agar kinerja pemerintahan semakin efektif.

Salah satu pekerjaan yang turut ditekankan ialah percepatan pembangunan Gedung C rumah sakit daerah. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak karena rumah sakit saat ini melayani sekitar 200 pendaftar setiap hari.

Tingginya volume pelayanan kesehatan tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus segera direspons melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Pembangunan Gedung C harus dipercepat,” menjadi salah satu penekanan dalam arah kebijakan pemerintah kota.

Selain persoalan anggaran dan pelayanan kesehatan, Neni meminta jajaran OPD hingga camat memperkuat koordinasi. Ego sektoral diminta dikurangi agar program pembangunan dapat berjalan lebih terintegrasi.

Pengisian jabatan Sekda dilakukan melalui sistem manajemen talenta. Proses tersebut melibatkan 15 kandidat hingga menghasilkan tiga calon, kemudian dilengkapi rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan persetujuan Gubernur Kalimantan Timur.

Pelantikan turut dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Pj. Sekda Akhmad Suharto, unsur Forkopimda, serta kepala OPD.

Dalam kesempatan itu, Neni juga menyampaikan apresiasi kepada Akhmad Suharto atas pengabdiannya sebagai ASN selama hampir 40 tahun.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bontang dari Ny. Siti Slamet Mulyati kepada Ny. Arni Fahriana.