Pesta Laut Samboja Dinilai Punya Potensi Wisata, DPRD Kukar Minta Tradisi Tetap Dijaga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pesta Laut Samboja Dinilai Punya Potensi Wisata, DPRD Kukar Minta Tradisi Tetap Dijaga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pesta Laut Samboja Dinilai Punya Potensi Wisata, DPRD Kukar Minta Tradisi Tetap Dijaga

Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Pelestarian budaya masyarakat pesisir menjadi salah satu perhatian DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Tradisi Pesta Laut di Kecamatan Samboja dinilai tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik wisata daerah.

Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan, mengatakan Pesta Laut merupakan tradisi tahunan yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat pesisir Samboja. Karena itu, keberlangsungannya perlu mendapat perhatian agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Rahmat menegaskan, Komisi II DPRD Kukar yang turut membidangi sektor pariwisata mendukung upaya masyarakat dalam menjaga tradisi tersebut.

“Yang pasti pesta laut memang dilaksanakan rutin setiap tahun. Kita dari Komisi II yang membidangi pariwisata mendorong untuk terus melestarikan tradisi-tradisi Kutai Kartanegara,” ujar Rahmat

Menurutnya, kekayaan budaya lokal dapat menjadi modal dalam memperkuat sektor pariwisata. Pesta Laut, misalnya, bisa menjadi sarana memperkenalkan kehidupan dan tradisi masyarakat pesisir Samboja kepada pengunjung dari luar daerah.

Terkait pelaksanaan Festival Pesta Laut Pesisir 2026, Rahmat mengungkapkan masih terdapat sejumlah hal yang perlu disesuaikan, terutama menyangkut alokasi anggaran. Pembahasan tersebut masih berkaitan dengan pergeseran APBD Perubahan.

“Informasi dari OPD terkait kita masih menyesuaikan porsi anggarannya di pergeseran APBD Perubahan. Jadi, kita belum mendapatkan informasi yang valid,” katanya.

Ia berharap penyesuaian tersebut tidak menghilangkan esensi utama Pesta Laut sebagai tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Pelaksanaannya juga diharapkan tetap melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari pelestarian budaya.

Rahmat menambahkan, pengembangan pariwisata daerah semestinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik destinasi. Identitas budaya yang tumbuh di tengah masyarakat juga perlu dipertahankan agar menjadi kekuatan tersendiri bagi Kukar.

“Tradisi-tradisi seperti ini harus terus kita lestarikan,” pungkasnya. (Adv)