Banner ADV

Berau Siapkan Sentra Kakao Baru, Lahan Seluas 200 Hektare Mulai Dipetakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kebun kakao Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kebun kakao Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Berau Siapkan Sentra Kakao Baru, Lahan Seluas 200 Hektare Mulai Dipetakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kebun kakao Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kebun kakao Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Berau Siapkan Sentra Kakao Baru, Lahan Seluas 200 Hektare Mulai Dipetakan

Kebun kakao Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pengembangan kakao di Kabupaten Berau mulai memasuki tahap persiapan penanaman. Pemerintah daerah kini memetakan sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi untuk menjadi sentra produksi baru komoditas kakao.

Melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, sedikitnya 200 hektare lahan mendapat alokasi pengembangan kakao dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan melalui penanaman perdana pada November atau paling lambat awal Desember 2026.

Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan perluasan areal tersebut tidak diarahkan hanya pada satu kawasan. Sejumlah kecamatan menjadi sasaran pengembangan dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi masing-masing wilayah.

“Lokasinya tersebar, kami sesuaikan dengan wilayah yang memang potensial untuk kakao,” kata Mansur.

Beberapa daerah yang telah masuk dalam pemetaan di antaranya Kelay, Gunung Tabur dan Sambaliung. Pola pengembangan secara tersebar ini dinilai penting untuk memastikan tanaman yang dikembangkan memiliki dukungan kondisi lahan yang sesuai.

Menurut Mansur, perluasan areal perkebunan tidak semata-mata mengejar jumlah hektare. Kesesuaian lahan menjadi bagian penting agar kebun yang dibangun nantinya mampu memberikan hasil secara berkelanjutan dan tidak sekadar menjadi tambahan luasan tanam.

Program pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat komoditas kakao di Berau. Dengan munculnya kawasan-kawasan baru, peluang peningkatan produksi dan aktivitas ekonomi petani di sejumlah wilayah juga semakin terbuka.

Tak hanya kakao, Berau juga mendapat alokasi pengembangan kelapa dalam seluas 200 hektare dari pemerintah pusat. 

“Komoditas tersebut nantinya lebih diarahkan ke kawasan pesisir yang memiliki karakteristik lahan sesuai,” tambahnya.

Talisayan dan Biduk-Biduk menjadi dua wilayah yang diproyeksikan untuk pengembangan kelapa dalam. Namun, program tersebut masih menunggu tahapan lanjutan sebelum memasuki pelaksanaan di lapangan.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas basis perkebunan daerah,” pungkasnya.

Pengembangan berbagai komoditas di sejumlah kawasan juga diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama sektor perkebunan. (Adv)