Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Di tengah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta berbagai kondisi kedaruratan, kesiapsiagaan relawan menjadi salah satu bagian penting dalam membantu penanganan bencana di Kota Balikpapan.
Namun, di balik aktivitas tersebut, Info Bencana Kota Balikpapan hanya memiliki 12 relawan aktif yang rutin turun ke lapangan.
Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan anggota grup komunikasi Info Bencana yang mencapai 1.024 orang.
Meski demikian, belasan relawan tersebut tetap menjalankan koordinasi ketika terjadi kondisi darurat.
Koordinasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, pengurus RT, relawan lainnya hingga masyarakat.
Salah satu relawan yang masih aktif selama 13 tahun terakhir adalah Ruslan dengan callsign IB-07.
Ia mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan kemanusiaan tidak didorong oleh persoalan materi.
"Bergerak dari getaran hati, dari lubuk nurani yang paling dalam," kata Ruslan yang juga sebagai Ketua Harian Info Bencana Balikpapan, Jumat (2/10/2026).
Ia mengatakan, aktivitas kemanusiaan yang dijalankannya selama ini juga mendapat kepercayaan dari Ketua Umum Info Bencana.
"Haji Vijai Zulfikar memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjalankan kegiatan kemanusiaan selama tetap berada dalam koridor dan norma yang berlaku," tuturnya.
Kepercayaan tersebut menjadi salah satu alasan Ruslan tetap bertahan dan menjalankan kegiatan sosial bersama relawan Info Bencana Balikpapan selama 13 tahun terakhir.
Para relawan tidak mendapatkan gaji dan tidak pernah meminta bayaran atas kegiatan kemanusiaan yang dilakukan.
Selama 13 tahun, dukungan yang diterima lebih banyak berupa kebutuhan operasional seperti kendaraan pikap, radio komunikasi atau HT dan jaket.
Ruslan menyebut, meski jumlah relawan aktif hanya 12 orang, mereka tetap berusaha menjalankan sistem koordinasi satu pintu ketika terjadi bencana.
Hal itu didukung komunikasi melalui platform WhatsApp yang menghubungkan berbagai unsur, mulai dari TNI dan Polri, BPBD, Basarnas, RT, relawan hingga masyarakat.
"Orang kadang heran, kok 12 orang bisa satu gate," ujarnya.
Ia mengatakan, keterbatasan jumlah personel tidak menjadi alasan untuk berhenti membantu. Para relawan tetap bergerak karena memiliki kepedulian terhadap kondisi Kota Balikpapan.
Terlebih, kondisi seperti kemarau, kekeringan dan ancaman karhutla membutuhkan respons cepat di lapangan.
Dalam penanganan karhutla, relawan Info Bencana turut membantu BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan pemerintah kota dalam kegiatan lapangan.
Ruslan mengatakan, keberadaan relawan juga berperan dalam mempercepat penyampaian informasi dari masyarakat kepada pihak yang memiliki kewenangan menangani bencana.
"Harapan kami Balikpapan tetap aman, damai, nyaman dan kondusif, sehingga bencana besar bisa kita minimalisir," katanya.
Selama menjalankan aktivitas kemanusiaan, Info Bencana Balikpapan juga telah memiliki akta notaris dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.
Organisasi tersebut juga pernah mendapat apresiasi dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.
Ruslan mengatakan, para relawan akan tetap berupaya menjalankan kegiatan kemanusiaan selama masih mendapat kepercayaan dan dukungan untuk membantu masyarakat.
"Kalau kita bisa berbuat baik untuk kemanusiaan, kenapa tidak kita lakukan. Kita jalankan sampai titik perjuangan kita, sampai kita ini diambil Tuhan," ujarnya.


