Program MYC Berlanjut, Jalan Sandaran-Muara Bengkal Jadi Perhatian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok. seputarfakta.com)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok. seputarfakta.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program MYC Berlanjut, Jalan Sandaran-Muara Bengkal Jadi Perhatian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok. seputarfakta.com)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok. seputarfakta.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program MYC Berlanjut, Jalan Sandaran-Muara Bengkal Jadi Perhatian

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok. seputarfakta.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

SANGATTA – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kutim masih membutuhkan pekerjaan lanjutan karena konektivitas antarkawasan belum sepenuhnya tersambung. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan program pembangunan Multiyears Contract (MYC) masih berlanjut.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan pembangunan jalan masih menjadi salah satu sektor yang membutuhkan dukungan program MYC. 

Menurutnya, konektivitas jalan di sejumlah wilayah Kutim belum sepenuhnya mencapai titik yang ditargetkan.
“Masih ada beberapa karena memang MY itu di antaranya untuk jalan memang yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita kan masih belum matang ini,” kata Ardiansyah saat diwawancarai.

Ia mencontohkan pembangunan jalan di Kecamatan Sandaran yang belum sepenuhnya mencapai wilayah ujung desa. 
Kondisi itu menunjukkan masih adanya ruas yang perlu dilanjutkan agar akses antarwilayah semakin terhubung.

“Sandaran belum sampai ke Desa Sandaran ujung,” ujarnya.

Selain Sandaran, pembangunan  konektivitas jalan di Kecamatan Muara Bengkal juga belum sepenuhnya mencapai wilayah yang dituju. Pekerjaan tersebut, kata dia, masih membutuhkan kelanjutan.

Ardiansyah menilai keberlanjutan pembangunan jalan melalui program MYC masih diperlukan untuk menyelesaikan sejumlah ruas yang belum terkoneksi secara optimal.

Ia berharap peningkatan pembangunan infrastruktur jalan dalam beberapa tahun ke depan turut mendorong kenaikan tingkat kemantapan jalan di Kutim.

“Saya berpikir mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan ini, paling tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50 persen atau 60 persen, itu sudah bagus,” ujarnya.