Banner ADV

Sawah Bertambah, Pemkab Berau Tambah Mesin Panen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aktivitas panen padi di Kampung Buyung Buyung. (Foto: DTPHP Berau)
Aktivitas panen padi di Kampung Buyung Buyung. (Foto: DTPHP Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Sawah Bertambah, Pemkab Berau Tambah Mesin Panen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aktivitas panen padi di Kampung Buyung Buyung. (Foto: DTPHP Berau)
Aktivitas panen padi di Kampung Buyung Buyung. (Foto: DTPHP Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Sawah Bertambah, Pemkab Berau Tambah Mesin Panen

Aktivitas panen padi di Kampung Buyung Buyung. (Foto: DTPHP Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Pengembangan areal persawahan di Kabupaten Berau terus diikuti dengan penguatan sarana produksi. Bertambahnya lahan garapan membuat kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya mesin panen padi ikut meningkat.

Kampung Semurut dan Labanan Jaya menjadi dua wilayah yang kembali mendapat dukungan berupa combine harvester dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Masing-masing kampung memperoleh satu unit mesin panen untuk mendukung aktivitas petani di kawasan sentra padi sawah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini mengatakan penambahan alsintan tersebut tidak terlepas dari perkembangan luas lahan pertanian di kedua kampung.

Menurutnya, keberadaan mesin panen menjadi bagian penting dalam menunjang proses produksi, terlebih ketika luasan sawah terus mengalami peningkatan. Alsintan yang sebelumnya tersedia dinilai belum sepenuhnya mampu melayani kebutuhan petani.

“Penambahannya kita arahkan ke wilayah yang memang memiliki pengembangan padi sawah cukup besar. Jadi bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya. 

Lita menjelaskan, pola pengusulan bantuan ke pemerintah pusat tidak dilakukan secara seragam. Setiap kampung dipetakan berdasarkan potensi dan kebutuhan pertaniannya, mulai dari mesin panen, traktor, pompa air, hingga dukungan benih dan infrastruktur pengairan.

Dengan pola tersebut, bantuan diharapkan tidak hanya menambah jumlah alsintan, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi petani di masing-masing wilayah.

Di Kampung Semurut, kebutuhan tambahan mesin panen juga dipengaruhi oleh pembukaan areal sawah baru. 

Kepala Kampung Semurut, Zainudin Maru, menyebut terdapat 137,8 hektare lahan baru yang masih dalam proses pengerjaan.

Penambahan areal tersebut membuat kapasitas mesin panen yang tersedia perlu kembali diperkuat. Pengelolaan combine harvester yang diterima kampung nantinya dilakukan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Lahan sawah terus bertambah, sehingga dukungan mesin juga harus mengikuti perkembangan tersebut. Apalagi sebagian areal baru masih dalam proses pembukaan,” katanya.

Jika seluruh pengembangan berjalan sesuai rencana, Semurut akan memiliki total sekitar 277,8 hektare sawah. Dari luasan itu, 140 hektare merupakan lahan yang telah tersedia sebelumnya, sementara 137,8 hektare berasal dari program cetak sawah baru.

Kondisi serupa juga terlihat di Labanan Jaya. Kampung tersebut kini memiliki total 336 hektare lahan sawah, terdiri dari 268 hektare sawah eksisting dan 68 hektare tambahan dari pembukaan sawah baru.

Penambahan combine harvester di dua kampung tersebut diharapkan dapat mempercepat proses panen sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap keterbatasan alat yang tersedia.

Bagi Berau, penguatan alsintan menjadi salah satu bagian dari upaya memastikan ekspansi lahan sawah tidak berhenti pada pembukaan lahan. Produktivitas dan kemampuan petani mengelola hingga tahap panen juga perlu dipastikan berjalan beriringan. (Adv)