Krisis Air Baku Akibat Kemarau, WTP Sotek Berhenti Beroperasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku Akibat Kemarau, WTP Sotek Berhenti Beroperasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku Akibat Kemarau, WTP Sotek Berhenti Beroperasi 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Kemarau panjang melanda wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengakibatkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU krisis pasokan air baku. 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan, hampir seluruh unit Water Treatment Plant (WTP) milik Perumda AMDT yang tersebar di seluruh kecamatan mengalami penurunan pasokan air baku akibat kemarau. 
Bahkan Unit WTP Sotek dengan kapasitas 5 liter per detik di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam telah berhenti beroperasi per 1 Oktober 2026. “WTP Sotek berhenti beroperasi per 1 Oktober,” kata Abdul Rasyid, Jumat (2/10/2026). 

WTP Sotek berhenti beroperasi lantaran volume air Embung Sotek yang menjadi sumber air baku telah mengalami penyusutan yang cukup drastis atau tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan produksi air bersih dengan kapasitas 10 liter per detik. 

“Persediaan air baku di Embung Sotek sudah hampir kering, sehingga Perumda memutuskan penghentian beroperasi,” ujarnya. 

Sementara Unit WTP Lawe-Lawe, WTP Babulu, WTP Waru, WTP Maridan, WTP Sepaku 1 dan WTP Sepaku 2 tetap beroperasi meskipun produksinya dikurangi.

Seperti Unit WTP Lawe-Lawe yang memiliki dua unit WTP berkapasitas 200 liter per detik dan berkapasitas 50 liter per detik dikurangi produksinya lantaran volume air di aliran Sungai Lawe-Lawe yang menjadi sumber air baku telah mengalami penyusutan yang cukup drastis. 

“Untuk di Unit Lawe-Lawe sudah dihentikan satu WTP-nya, karena sudah mengalami krisis air baku,” terangnya. 

Ia meminta seluruh pelanggan Perumda AMDT PPU untuk melakukan penghematan air bersih. Karena, produksi air bersih di musim kemarau ini telah mengalami penurunan. 

“Kami juga meminta warga untuk menyiapkan penampungan air, karena pendistribusian air telah dilakukan secara bergilir,” pungkasnya.