Ahmad Yani Dorong Olahraga Tradisional Jadi Bagian dari Pelestarian Budaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ahmad Yani Dorong Olahraga Tradisional Jadi Bagian dari Pelestarian Budaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ahmad Yani Dorong Olahraga Tradisional Jadi Bagian dari Pelestarian Budaya

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Upaya melestarikan budaya lokal di Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai tidak hanya dapat dilakukan melalui kesenian dan tradisi, tetapi juga lewat pengembangan olahraga tradisional.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan olahraga tradisional memiliki nilai sejarah yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Kutai pada masa lalu, sehingga keberadaannya perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Sejumlah permainan seperti menyumpit, berlogo, gasing hingga ketapel merupakan bagian dari aktivitas masyarakat terdahulu yang patut diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Olahraga tradisional itu mengingatkan kita pada budaya dan sejarah kita. Orang-orang terdahulu, termasuk orang-orang kerajaan dan pelaksana kerajaan pada saat itu, olahraganya tidak terlepas dari olahraga tradisional,” ujar Yani, Sabtu (3/10/2026).

Ia menilai keberlangsungan olahraga tradisional membutuhkan kegiatan yang dilakukan secara rutin. Pertandingan maupun festival olahraga tradisional dapat menjadi salah satu cara untuk menarik kembali perhatian masyarakat, terutama kalangan anak muda.

Menurutnya, dukungan pemerintah juga diperlukan, termasuk dari sisi penganggaran. Terlebih, sejumlah cabang olahraga tradisional telah memiliki organisasi yang bernaung di bawah Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

“Kita harus memastikan masyarakat kita di Kukar menyukai olahraga tradisional, bukan hanya olahraga modern dan kekinian. Ini juga untuk mengingatkan bahwa orang-orang terdahulu kita sudah memainkan olahraga tradisional dan menjadikannya bagian dari budaya,” jelasnya.

Yani mendorong perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), agar mengambil peran dalam mengembangkan olahraga tradisional secara berkelanjutan.

Ia berharap olahraga tradisional tidak hanya dikenal sebagai permainan masa lalu, tetapi tetap menjadi aktivitas yang diminati generasi muda.

“Minat anak-anak muda kita, pemuda-pemudi kita, harus mencintai olahraga tradisional. Bukan saja mencintai, tetapi event-event itu harus selalu dibuat setiap saat supaya bisa terpelihara,” tuturnya.

Menurut Yani, momentum kegiatan kebudayaan seperti Festival Budaya Erau Adat Kutai juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat. Integrasi antara kegiatan budaya dan olahraga dinilai dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangannya.

Dengan penyelenggaraan yang konsisten, ia berharap olahraga tradisional Kukar tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya daerah, tetapi juga dapat berkembang menjadi kegiatan yang dikenal lebih luas.

“Kita harap olahraga tradisional ini menjadi olahraga budaya yang mengingatkan kita pada salah satu sumber daya yang harus tetap dipelihara dan dilanjutkan,” tandasnya. (Adv)