Banner ADV

Perempuan Berau Didorong Naik Kelas, Desa Prima Jadi Ruang Tumbuh Usaha

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Perempuan Berau Didorong Naik Kelas, Desa Prima Jadi Ruang Tumbuh Usaha

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Perempuan Berau Didorong Naik Kelas, Desa Prima Jadi Ruang Tumbuh Usaha

Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pemberdayaan perempuan di Kabupaten Berau terus diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. 

Melalui program Desa Prima, perempuan di tingkat kampung didorong mampu mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt) DPPKBP3A Berau Warji melalui Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan, Mardiah mengatakan Desa Prima menjadi salah satu wadah untuk membuka ruang bagi perempuan dalam mengembangkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, setiap kampung memiliki kekayaan bahan baku dan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Karena itu, kelompok perempuan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga memahami bagaimana mengemasnya agar memiliki daya saing.

“Potensi yang ada di kampung harus bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Perempuan kita perlu diberikan ruang untuk berkarya sekaligus mengembangkan kemampuan usahanya,” ujarnya.

Pendampingan pun dilakukan secara bertahap. Selain keterampilan produksi, anggota kelompok mulai diperkenalkan dengan pengelolaan usaha, pencatatan keuangan hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran.

Transformasi digital menjadi salah satu perhatian. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, diharapkan dapat menjangkau konsumen lebih luas melalui pemasaran daring dan e-commerce.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan organisasi perangkat daerah lainnya agar pembinaan kelompok tidak berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membantu kelompok menghadapi persoalan produksi, pemasaran maupun pengembangan usaha.

Saat ini, kelompok Desa Prima telah tersebar di sejumlah wilayah Berau. Di antaranya Bunda-Bunda Kreatif (BBK) di Tanjung Redeb, kelompok Desa Prima Basuli di Sambaliung dan kelompok di Maluang, Gunung Tabur.

Kelompok perempuan juga berkembang di Lebanan Jaya, Bukit Makmur Segah, Sido Bangen Kelai, Tanjung Batu Pulau Derawan, Manunggal Jaya Biatan, Biduk-Biduk hingga Teluk Harapan Maratua.

Keberadaan kelompok tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat berjalan dari potensi yang sederhana di tingkat kampung. Bahan lokal, kreativitas dan keterampilan yang dikelola bersama berpeluang menjadi sumber pendapatan baru.

Mardiah menyebut tidak seluruh kelompok yang pernah terbentuk masih berjalan aktif. Namun, kelompok yang bertahan menunjukkan perkembangan menuju kemandirian dan mulai mampu mengelola kegiatan secara berkelanjutan.

“Yang kita harapkan bukan hanya kelompoknya aktif, tetapi anggotanya juga semakin mandiri dan mampu mempertahankan usaha yang sudah dibangun,” katanya.

Bagi pemerintah daerah, penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan kampung. Sebab, ketika perempuan memiliki kemampuan ekonomi dan keterampilan usaha, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap ketahanan ekonomi keluarga.

Desa Prima pun diarahkan menjadi ruang bagi perempuan Berau untuk mengubah kreativitas menjadi peluang. Dari kampung, mereka didorong menghasilkan produk, membangun usaha, dan ikut mengambil peran dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. (Adv)