Mahyunadi Ingatkan Ekonomi Kutim Tak Bisa Selamanya Bergantung pada Sektor Tambang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai menhadiri pelantikan pengurus LPDKT Kutim. (Foto: seputarfakta.com)
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai menhadiri pelantikan pengurus LPDKT Kutim. (Foto: seputarfakta.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mahyunadi Ingatkan Ekonomi Kutim Tak Bisa Selamanya Bergantung pada Sektor Tambang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai menhadiri pelantikan pengurus LPDKT Kutim. (Foto: seputarfakta.com)
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai menhadiri pelantikan pengurus LPDKT Kutim. (Foto: seputarfakta.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mahyunadi Ingatkan Ekonomi Kutim Tak Bisa Selamanya Bergantung pada Sektor Tambang

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi usai menhadiri pelantikan pengurus LPDKT Kutim. (Foto: seputarfakta.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

SANGATTA – Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi mengingatkan sekotor pertambangan tidak selamanya dapat menjadi penopang utama ekonomi daerah. Ia mendorong agar sektor lain juga terus dikembangkan di Kutim.

Menurut Mahyunadi, Kutim memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan selain pertambangan. Mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pariwisata hingga ekonomi kreatif.

“Pertambangan tidak selamanya menjadi penopang utama ekonomi kita,” kata Mahyunadi saat ditemui wartawan usai dirinya menhadiri pelantikan pengurus Laskar Pemuda Dayak Kalimantan Timur (LPDKT) Kutim.

Karena itu, ia mengajak masyarakat dan berbagai organisasi ikut memikirkan sektor-sektor yang dapat dikembangkan ke depan. 

Menurutnya, potensi yang ada di daerah perlu dibangun bersama dengan tetap memperhatikan budaya dan kearifan lokal.

Mahyunadi juga menyebut bahwa organisasi masyarakat dan organisasi adat berperan mendorong pembangunan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan organisasi sebagai mitra dalam pembangunan daerah.

“Pemerintah juga membutuhkan organisasi masyarakat, organisasi adat sebagai mitra pembangunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, anggota organisasi juga memiliki kemampuan yang beragam. Sebagian bergerak di bidang usaha maupun profesi lainnya sehingga dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Menurut Mahyunadi, organisasi tidak hanya perlu melihat apa yang dapat diberikan pemerintah. Organisasi juga perlu melihat apa yang dapat diberikan kepada daerah.

Ia berharap LPADKT dapat ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kutim. Salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada.

Selain pertambangan, ia menyebut sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terus dikembangkan. 

Pengembangan sektor-sektor tersebut juga dapat berjalan dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal.

“Kita organisasi dan masyarakat dapat bersama-sama mengambil peran dalam pengembangan potensi tersebut sehingga pembangunan ekonomi Kutim tidak hanya bergantung pada satu sektor,” harap Mahyunadi.