Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih terus berlanjut meski belum dapat beroperasi secara penuh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan proyek tersebut tidak terhenti, melainkan masih membutuhkan penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung.
Menurutnya, mesin utama untuk pengolahan rumput laut sebenarnya telah tersedia dan ditempatkan di dalam bangunan pabrik. Bahkan, mesin tersebut sudah sempat dilakukan uji coba.
“Mesin kan sudah ada sebenarnya, mesinnya sudah ada, cuma karena kondisi keuangan negara sehingga ada pemangkasan anggaran,” kata Burhanuddin.
Ia menjelaskan, pada tahun ini semestinya masih terdapat anggaran yang dialokasikan untuk menyelesaikan pekerjaan fisik dan fasilitas pendukung pabrik. Namun, rencana tersebut terdampak rasionalisasi anggaran sehingga sejumlah kegiatan belum dapat dilanjutkan sesuai rencana.
“Seharusnya ada anggaran tahun ini untuk finishing dan fisik-fisik, cuma karena RKDPA yang tidak keluar karena pemangkasan rasionalisasi,” ujarnya.
Burhanuddin menyebut, salah satu fasilitas yang masih perlu diselesaikan adalah lantai pabrik. Saat ini kondisi lantai dinilai belum memenuhi kebutuhan operasional mesin sehingga perlu dilakukan peningkatan.
Selain itu, masih terdapat sejumlah fasilitas pendukung lain yang harus disiapkan sebelum pabrik dapat beroperasi secara optimal.
“Mesinnya sudah ada tempatnya di dalam, cuma itu tadi fasilitas penunjangnya juga masih membutuhkan,” jelasnya.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan seluruh fasilitas hingga pabrik siap beroperasi masih berada di kisaran Rp10 miliar. Angka tersebut mencakup berbagai fasilitas pendukung yang berada di sekitar kawasan pabrik.
Burhanuddin berharap penganggaran untuk penyelesaian proyek tersebut dapat kembali dialokasikan pada tahun mendatang.
“Mudah-mudahan tahun depan masih ada anggarannya lagi. Karena lumayan juga di situ, pabriknya sudah ada, mesinnya sudah ada, tinggal untuk finishing-nya lagi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan keberadaan pabrik tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menghasilkan tepung dari bahan baku rumput laut. Produk tersebut juga direncanakan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan sehingga memberikan nilai tambah bagi komoditas rumput laut di Muara Badak.
Dengan demikian, penyelesaian fasilitas pabrik dinilai menjadi bagian penting agar potensi rumput laut yang dihasilkan masyarakat dapat diolah di daerah dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. (Adv)



