Kemendikdasmen Kucurkan Anggaran Rp27 Miliar untuk Rehabilitasi 60 Sekolah di PPU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kabid Sarpras Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kabid Sarpras Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemendikdasmen Kucurkan Anggaran Rp27 Miliar untuk Rehabilitasi 60 Sekolah di PPU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kabid Sarpras Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kabid Sarpras Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemendikdasmen Kucurkan Anggaran Rp27 Miliar untuk Rehabilitasi 60 Sekolah di PPU

Kabid Sarpras Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengucurkan anggaran sebesar Rp27 miliar untuk revitalisasi sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di tahun anggaran 2026. 

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Ricci Firmansyah mengatakan, sebanyak 60 sekolah mulai dari TK/PAUD, SD dan SMP di Benuo Taka mendapatkan bantuan anggaran program revitalisasi sekolah total Rp27 miliar dari Kemendikdasmen di 2026. 

Dari 60 sekolah tersebut terdapat 42 TK/PAUD, 10 SD dan delapan SMP baik negeri maupun swasta.

“Dari total anggaran Rp27 miliar, untuk jenjang TK/PAUD mendapatkan anggaran Rp15,7 miliar lebih, SD sebesar Rp7,9 miliar lebih dan SMP sebesar Rp3,3 miliar lebih. Setiap sekolah ini mendapatkan anggaran mulai dari Rp200 juta hingga Rp2 miliar,” kata Ricci, Minggu (4/10/2026). 

Ricci mengungkapkan, bantuan anggaran dari pemerintah pusat ini menyasar rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas yang baru. Jenjang pendidikan TK/PAUD menyasar rehabilitasi 26 ruang kelas, 10 ruang guru dan 15 kamar mandi. Sedangkan pembangunan infrastruktur baru sebanyak 15 ruang kelas, 13 ruang UKS, lima kamar mandi dan 19 area bermaian.

Jenjang pendidikan SD mencakup rehabilitasi 33 ruang kelas, tiga ruang guru, lima perpustakaan dan empat toilet. Sementara pembangunan infrastruktur baru sebanyak tiga ruang kelas, satua ruang guru, dua ruang UKS dan dua kamar mandi. 

Untuk jenjang pendidikan SMP mencakup rehabilitasi tujuh ruang kelas dan satu perpustakaan. Sedangkan pembangunan infrastruktur bar sebanyak satu ruang guru, satu kamar mandi dan satu ruang laboratorium komputer. 

“Bantuan anggaran dari pusat ini untuk rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur baru yang dibutuhkan sekolah,” ujarnya. 

Ricci menyatakan, bantuan anggaran tersebut didistribusikan oleh pemerintah pusat langsung ke rekening sekolah. Pengerjaan proyek pun ditangani langsung oleh masing-masing sekolah secara swakelola. 

Sedangkan Disdikpora PPU hanya melakukan pendampingan dan pengawasan agar rehabilitasi berjalan sesuai dengan perencanaan. 

“Proyek rehabilitasi dan pembangunan fasilitas baru sedang berjalan di masing-masing sekolah yang mendapatkan bantuan. Diharapkan pengerjaannya rampung di akhir tahun ini,” pungkasnya.