Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal pada Senin (5/10/2026) besok.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan hingga saat ini, belum ada sekolah yang mengajukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kondisi kualitas udara masih berada pada kategori sedang.
"Masih, masih. Jadi belum ada pembelajaran jarak jauh," kata Irfan, Minggu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, Disdikbud telah memiliki ketentuan mengenai pelaksanaan pembelajaran apabila kualitas udara memburuk.
Jika kondisi udara mulai membahayakan, sekolah dapat mengurangi jam belajar terlebih dahulu, terutama apabila kabut asap pekat terjadi pada pagi hari.
Namun, apabila kondisi tersebut bertahan hingga siang dan masuk kategori membahayakan, pembelajaran dapat dialihkan menjadi PJJ.
"Jika memang sudah masuk tahap membahayakan, maka kita akan menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh. Jadi bertahap. Kalau misalnya pekat di pagi hari, kita bisa mengurangi jam belajar," jelasnya.
Irfan menambahkan, keputusan terkait perubahan pola pembelajaran juga akan dibahas bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan.
Sementara Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan kualitas udara di Balikpapan saat ini masih berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan alat pengukur kualitas udara.
Menurutnya, DLH memiliki dua alat Air Quality Monitoring System (AQMS), masing-masing berada di kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru. Alat tersebut memantau kualitas udara secara real time selama 24 jam.
"Kualitas udara Balikpapan kondisinya masih sedang. Kita punya alat dua, ada di Balikpapan Baru, ada di DLH. Dan itu real time 24 jam," kata Dirman sapaannya.
Ia menjelaskan kategori kualitas udara terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari baik, sedang, waspada hingga berbahaya.
Kondisi saat ini yang masih berada pada kategori sedang dinilai belum membahayakan.
Dirman juga mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara secara langsung melalui aplikasi ISPU Net KLH yang menyediakan informasi kualitas udara secara real time.
Ia menambahkan, kondisi asap yang terlihat pada pagi hari tidak menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan kualitas udara. Pemantauan dilakukan sepanjang hari menggunakan AQMS.
"Kalau kabut itu hanya pagi, habis itu hilang. Nah, ini 'kan udara, ngeceknya bukan hanya pagi, seharian," ujarnya.


