Tumbang 0-2 di Kandang Deltras FC, Sudirman Sebut Anak Asuhnya Masih Butuh Waktu dan Chemistry

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kapten Persiba Balikpapan, Abdul Rachman memberi umpan ke rekannya saat melawan Deltras FC, Minggu (4/10/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)
Kapten Persiba Balikpapan, Abdul Rachman memberi umpan ke rekannya saat melawan Deltras FC, Minggu (4/10/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tumbang 0-2 di Kandang Deltras FC, Sudirman Sebut Anak Asuhnya Masih Butuh Waktu dan Chemistry

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kapten Persiba Balikpapan, Abdul Rachman memberi umpan ke rekannya saat melawan Deltras FC, Minggu (4/10/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)
Kapten Persiba Balikpapan, Abdul Rachman memberi umpan ke rekannya saat melawan Deltras FC, Minggu (4/10/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tumbang 0-2 di Kandang Deltras FC, Sudirman Sebut Anak Asuhnya Masih Butuh Waktu dan Chemistry 

Kapten Persiba Balikpapan, Abdul Rachman memberi umpan ke rekannya saat melawan Deltras FC, Minggu (4/10/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan menelan kekalahan 0-2 dari Deltras FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (4/10/2026).

Kekalahan pada laga keempat tersebut membuat langkah Persiba Balikpapan semakin berat dalam persaingan Liga 2 Pegadaian Championship.

Pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman mengakui pertandingan melawan Deltras FC berlangsung berat. 

Terlebih, Deltras FC merupakan salah satu tim yang berada di puncak klasemen.

Menurutnya, Persiba sebenarnya telah berupaya meredam permainan Deltras FC dan mencegah lawan mencetak gol. 

Namun, konsentrasi pemain menurun pada babak kedua sehingga Deltras FC mampu memanfaatkan situasi melalui bola set piece dan serangan balik.

"Pertandingan hari ini berjalan cukup berat bagi kita karena kita tahu Deltras adalah tim yang memuncaki klasemen. Sebelumnya kami sudah berusaha menahan mereka agar tidak bisa menciptakan gol," kata Sudirman dalam konferensi pers.

"Tapi di babak kedua, konsentrasi dan fokus pemain berkurang. Bola set piece dan bola counter attack menjadikan kedudukan menjadi 2-0," lanjutnya.

Sudirman juga menyebut Persiba masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dan kepercayaan diri antarpemain. Sebab, skuad Persiba musim ini mengalami banyak perubahan.

"Yang pasti kami adalah tim yang baru. Itu perlu waktu untuk bisa menyesuaikan, mencari chemistry, terus mencari kepercayaan diri di antara kami, apalagi sebagai pemain," ujarnya.

Ia menegaskan tim akan melakukan introspeksi setelah hasil negatif tersebut. 

Menurutnya, evaluasi tidak hanya dilakukan pemain, tetapi juga jajaran pelatih.

"Yang harus kami lakukan adalah mengintrospeksi diri. Semua pemain dan kami sebagai pelatih juga harus tahu masalah itu. Yang penting kami tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik buat Persiba," katanya.

Sementara kapten Persiba Balikpapan, Abdul Rachman menyebut timnya sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang dalam pertandingan tersebut.

Namun, peluang yang didapat belum mampu dikonversi menjadi gol. 

Ia menilai kondisi tersebut menjadi bagian dari proses Persiba yang masih membangun tim.

"Masalah peluang, mungkin lagi-lagi kita harus sadari bahwa tim kita ini banyak perubahan musim ini dan kita masih akan terus berkembang walaupun secara hasilnya kita selalu kalah," katanya.

Rachman mengajak rekan-rekannya untuk tidak putus asa dan terus melakukan introspeksi. 

Ia juga meminta seluruh pemain menjaga kebersamaan agar Persiba dapat bangkit pada pertandingan berikutnya.

"Yang paling penting tidak putus asa, tetap semangat, bahwa perjalanan ini baru awal. Saya yakin jika kita terus menjaga kebersamaan, kita bisa melewati hasil-hasil ini. Ke depannya Insya Allah kita bisa dapat hasil yang lebih baik," pungkasnya.