Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Situasi sempat membutuhkan penanganan khusus di Kecamatan Nunukan Selatan, setelah seorang warga berinisial M diamankan petugas karena berada di rumah sambil membawa benda tajam.
Informasi mengenai kondisi tersebut diterima petugas dari masyarakat. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat membahayakan warga maupun yang bersangkutan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan bergerak bersama personel Polres Nunukan dan Babinsa.
Petugas mendatangi kediaman M dan melakukan pendekatan serta pengamanan secara bersama-sama. Dalam proses tersebut, kepolisian menggunakan tameng sebagai perlindungan untuk mengantisipasi risiko selama upaya mengamankan dan mengevakuasi M dari rumah.
Setelah berhasil diamankan, M dibawa ke Polres Nunukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dari hasil penanganan, M kemudian terindikasi mengalami gangguan kejiwaan sehingga diperlukan pemeriksaan dan penanganan medis.
Kepala Satpol PP Nunukan, Mesak Adianto, mengatakan langkah pengamanan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan semua pihak, baik petugas, masyarakat maupun warga yang bersangkutan.
“Dalam kondisi seperti ini, koordinasi antarinstansi sangat penting. Satpol PP bersama Polres dan Babinsa melakukan pengamanan agar situasi dapat ditangani dengan aman dan terkendali,” ujar Mesak.
Menurut Mesak, penanganan tidak berhenti setelah M berhasil diamankan. Satpol PP kemudian berkoordinasi untuk memastikan yang bersangkutan memperoleh pemeriksaan kesehatan.
Personel Satpol PP menjemput M dari Polres Nunukan dan membawanya ke Puskesmas. Di fasilitas kesehatan tersebut, M menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan dari tenaga medis, termasuk pemberian obat melalui suntikan.
“Setelah diamankan, kami tindak lanjuti dengan membawa yang bersangkutan ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, kami antar kembali ke rumah bersama keluarganya,” kata Mesak.
Setelah mendapatkan penanganan medis, M kemudian diantar kembali ke kediamannya untuk bersama keluarganya.
Mesak menegaskan, penanganan warga dalam kondisi khusus membutuhkan kerja sama lintas sektor. Satpol PP akan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta pihak keluarga apabila ditemukan kondisi serupa di masyarakat.


