Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMRINDA - Inflasi Kalimantan Timur (Kaltim) pada September 2026 tercatat sebesar 0,18 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Kenaikan harga terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 0,77 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas'ud Rifai mengatakan secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi Kaltim pada September 2026 mencapai 3,98 persen.
“Perkembangan inflasi atau indeks harga konsumen pada September 2026 di Kaltim untuk bulan ke bulannya sebesar 0,18 persen, sedangkan untuk tahun ke tahunnya 3,98 persen,” kata Mas'ud dalam rilis perkembangan inflasi Kaltim edisi 1 Oktober 2026.
Secara bulanan, angka inflasi September 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan Agustus 2026 maupun September 2025.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok dengan inflasi bulanan tertinggi, yakni 0,77 persen dengan memberikan andil sebesar 0,24 persen terhadap inflasi Kaltim.
Sejumlah komoditas pangan tercatat mengalami kenaikan harga selama September. Di antaranya cabai rawit, bayam, kangkung, tomat, jagung manis, kacang panjang, buncis dan semangka.
BPS mencatat, kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi keterbatasan pasokan yang berkaitan dengan fenomena El Nino.
Dari sejumlah komoditas tersebut, cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar pada September 2026 dengan andil 0,13 persen. Selanjutnya bayam, kangkung dan tomat masing-masing memberikan andil sekitar 0,03 persen, sedangkan jagung manis memberikan andil 0,02 persen.
Sementara itu, secara tahunan inflasi Kaltim sebesar 3,98 persen. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan inflasi tahunan pada Agustus 2026 dan lebih tinggi dibandingkan September 2025.
Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga menjadi salah satu penyumbang utama inflasi tahunan. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 5,09 persen dengan andil sebesar 1,53 persen.
Selain perkembangan harga pangan, BPS juga mencatat adanya penyesuaian harga sejumlah produk BBM selama September 2026. Beberapa di antaranya Pertamax Turbo yang naik dari Rp18.700 menjadi Rp20.000 per liter, Dexlite dari Rp20.150 menjadi Rp24.200 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp21.650 menjadi Rp25.750 per liter.
Perkembangan harga pangan dan energi tersebut menjadi bagian dari dinamika harga yang tercermin dalam pergerakan inflasi Kaltim sepanjang September 2026.
"Ada kenaikan harga beberapa komoditas makanan akibat terbatasnya pasokan yang dipengaruhi oleh fenomena el nino," pungkasnya.


