Banner ADV

Batik Derawan-Maratua Naik Kelas, Berau Bidik Pasar Nasional hingga Mancanegara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Batik Derawan - Maratua. (Foto: Prokopim Berau)
Batik Derawan - Maratua. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Batik Derawan-Maratua Naik Kelas, Berau Bidik Pasar Nasional hingga Mancanegara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Batik Derawan - Maratua. (Foto: Prokopim Berau)
Batik Derawan - Maratua. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Batik Derawan-Maratua Naik Kelas, Berau Bidik Pasar Nasional hingga Mancanegara

Batik Derawan - Maratua. (Foto: Prokopim Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Nama Derawan dan Maratua kembali dibawa ke panggung nasional lewat motif batik yang diperkenalkan dalam Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026.

Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi Kabupaten Berau untuk memperluas pasar batik lokal, sekaligus menjadikan produk budaya sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa melihat tampilnya motif Derawan dan Maratua dalam ajang nasional sebagai langkah awal untuk memperkuat posisi batik Berau di luar daerah.

Menurutnya, dua nama tersebut sudah memiliki daya tarik tersendiri karena identik dengan kawasan wisata bahari unggulan Berau. Ketika identitas wisata itu dituangkan ke dalam motif batik, peluang untuk memperkenalkan produk kreatif daerah dinilai semakin terbuka.

“Ini bukan hanya soal motif batik, tetapi bagaimana identitas Derawan dan Maratua bisa ikut membawa nama Berau ke ruang yang lebih luas,” kata Yudha.

Disbudpar kini melihat peluang tersebut untuk dikembangkan lebih jauh. Produksi motif Derawan dan Maratua akan didorong agar tidak berhenti sebagai karya yang tampil dalam sebuah ajang, tetapi berkembang menjadi produk yang bisa dipasarkan secara berkelanjutan.

Pemasarannya pun diarahkan tidak hanya menyasar konsumen di tingkat daerah. Disbudpar membuka peluang agar batik dengan identitas destinasi Berau tersebut dapat menembus pasar nasional, bahkan diperkenalkan ke konsumen luar negeri.

“Ke depan tentu kami ingin ada pengembangan produksi dan pemasaran. Promosi pariwisata bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah ingin pelaku usaha batik dan ekonomi kreatif mendapatkan ruang lebih besar untuk mengembangkan motif yang mengangkat karakter khas Berau.

Di sisi lain, kehadiran Batik Derawan dan Maratua di PPBN 2026 juga tidak terlepas dari kiprah perwakilan Berau, Bulqis Sastra. Ia berhasil menembus jajaran Top 6 dan mengakhiri kompetisi sebagai juara lima atau Runner Up 4.

Prestasi tersebut sekaligus memberikan ruang eksposur bagi identitas budaya Berau di tengah kompetisi yang berlangsung di tingkat nasional.

Yudha menyebut capaian Bulqis sebagai hasil yang patut diapresiasi. Disbudpar turut memberikan dukungan selama proses kompetisi, mulai dari membantu promosi melalui media sosial dan media massa hingga menggalang dukungan masyarakat serta memberikan pembekalan sebelum keberangkatan ke Jakarta.

“Prestasi di tingkat nasional seperti ini menjadi kebanggaan tersendiri. Yang dibawa bukan hanya nama peserta, tetapi juga nama Berau dan kekayaan budayanya,” tuturnya.

Bagi Disbudpar, capaian tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda Berau lainnya untuk berani mengambil bagian dalam ajang seni, budaya maupun ekonomi kreatif.

Sebab, semakin banyak anak muda yang tampil di tingkat nasional, semakin besar pula kesempatan berbagai potensi daerah ikut dikenal. Batik, pariwisata dan kreativitas generasi muda pun dapat berjalan dalam satu jalur untuk memperkuat citra Berau di luar daerah. (Adv)