Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM- Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat produksi ikan hasil budidaya di Benuo Taka mencapai 12.000 ton per tahun. Sedangkan hasil budidaya rumput laut jenis gracilaria mencapai 9.000 ton per tahun.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar Mulyadi mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi budidaya ikan air payau dan ikan air tawar melalui beberapa program bantuan benih, pakan dan kolam bioflok.
Selain itu, 472 kelompok budidaya juga terus dilakukan pendampingan dan pembinaan serta pelatihan pengolahan ikan hasil budidaya. Hal tersebut dilakukan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan produksi ikan budidaya.
“Pada 2025 lalu, produksi ikan hasil budidaya baik di tambak maupun kolam air tawar mencapai 12.000 ton. Tahun ini, pemerintah menargetkan hasil produksi meningkat minimal 3 persen,” kata Musakkar, Senin (5/10/2026).
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), kata Musakkar, membuka peluang pengembangan usaha budidaya ikan air payau dan ikan air tawar. Selain itu, permintaan konsumen terhadap ikan air payau dan ikan air tawar di Benuo Taka cukup tinggi.
“Untuk air payau yang dikembangkan adalah ikan bandeng, udang, kepiting dan rumput laut gracilaria. Sedangkan air tawar yang paling menonjol adalah lele, nila dan patin,” terangnya.
Musakkar mengungkapkan, ikan hasil budidaya di Benuo Taka mayoritas dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Sedangkan rumput laut gracilaria kering juga dijual ke Sulawesi dan Jawa.
“Kedepan, pemerintah daerah berupaya hasil budidaya diolah minimal bahan setengah jadi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.


