Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - PT PLN (Persero) terus melakukan berbagai langkah penguatan untuk mendukung pemulihan dan peningkatan kapasitas Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pembangkit yang menjadi bagian dari sistem, termasuk PLTU Kalimantan Timur (Kaltim) Teluk agar tidak terjadi pemadaman listrik bergilir lagi.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Muchamad Meiryandi mengatakan PLN terus melakukan berbagai langkah penguatan sistem, mulai dari pemulihan unit pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia hingga pengaturan operasi sesuai kondisi sistem.
"Penguatan sistem tidak bertumpu pada satu pembangkit saja. PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk memastikan kesiapan pembangkit melalui pemeliharaan dan percepatan pemulihan unit-unit pembangkit," kata Meiryandi saat kunjungan ke PLTU Teluk Balikpapan bersama wartawan, Senin (5/10/2026).
Salah satu pembangkit yang menjadi bagian dari sistem tersebut yakni PLTU Kaltim Teluk. Kini, Unit 2 PLTU Kaltim Teluk telah kembali beroperasi setelah penanganan selesai dan kembali mendukung pasokan listrik ke dalam sistem.
Sementara itu, Unit 1 PLTU Kaltim Teluk masih menjalani pemeliharaan skala besar (major maintenance).
Pekerjaan tersebut mencakup pemeriksaan berbagai komponen, pekerjaan teknis hingga pengujian sebelum unit kembali dioperasikan.
PLN Nusantara Power selaku operator PLTU Kaltim Teluk terus mengerahkan personel, tenaga ahli, peralatan serta sumber daya pendukung untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Tapi seluruh tahapan tetap dilakukan dengan memperhatikan standar teknis dan keselamatan kerja.
Meiryandi mengatakan pemeliharaan Unit 1 ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. Target tersebut tetap mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kondisi aktual yang ditemukan selama pekerjaan berlangsung.
“Percepatan terus kami lakukan dengan tetap memastikan setiap tahapan teknis dijalankan secara tepat. Tujuannya adalah memastikan unit benar-benar siap dan dapat memberikan kontribusi optimal ketika kembali beroperasi," jelas Meiryandi.
Menurutnya, PLN terus melakukan koordinasi dan optimalisasi operasi pembangkit untuk menjaga ketersediaan pasokan listrik di tengah dinamika sistem.
Langkah tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari pemulihan unit, percepatan pemeliharaan, optimalisasi pembangkit yang tersedia hingga pengaturan operasi sesuai kondisi Sistem Interkoneksi Kalimantan.
"Kami terus bergerak melakukan berbagai langkah penguatan secara simultan. Setiap pembangkit memiliki peran dalam mendukung sistem secara keseluruhan, sehingga kesiapan setiap unit menjadi bagian penting dari upaya PLN menjaga dan memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat," pungkasnya. (Adv)


