Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Hantaman gelombang yang selama ini langsung menerpa garis pantai perlahan mulai berkurang di sejumlah kawasan pesisir Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Kehadiran breakwater atau pemecah gelombang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mengurangi tekanan gelombang dan potensi abrasi.
Bagi warga yang bermukim di tepian laut, pembangunan pengamanan pantai tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur.
Keberadaannya berkaitan langsung dengan perlindungan permukiman, aktivitas nelayan, serta kehidupan ekonomi masyarakat yang bergantung pada kawasan pesisir.
Kepala Desa Padaidi, Abigurdi, mengatakan perubahan mulai dirasakan masyarakat setelah adanya struktur pengaman pantai tersebut.
“Masyarakat merasa terbantukan dengan adanya breakwater ini. Abrasi pantai agak berkurang karena sudah ada penahan gelombang,” ujar Abigurdi.
Menurutnya, perlindungan terhadap kawasan pesisir merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Desa Padaidi.
Selain berfungsi meredam energi gelombang, keberadaan breakwater diharapkan dapat membantu mempertahankan kawasan pantai yang selama ini menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat.
Kondisi serupa juga disampaikan Kepala Desa Tanjung Karang, Faizal. Menurut dia, pembangunan pengamanan pantai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat yang tinggal dan menjalankan aktivitas di kawasan pesisir.
Faizal menilai persoalan abrasi tidak dapat dilihat hanya sebagai perubahan garis pantai. Jika tidak ditangani, abrasi dapat berdampak terhadap permukiman dan berbagai aktivitas masyarakat yang berada di sekitar pesisir.
Bagi nelayan, kondisi pantai juga berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari, sehingga kawasan pesisir yang lebih terlindungi dinilai dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Pulau Sebatik memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kawasan pesisir lainnya di Kabupaten Nunukan. Selain menjadi ruang hidup masyarakat, pulau tersebut merupakan bagian dari kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Posisi tersebut membuat pembangunan pengamanan pantai memiliki arti yang lebih luas. Perlindungan terhadap garis pantai tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh keberadaan permukiman dan aktivitas masyarakat di wilayah terdepan Indonesia.
Dalam konteks kawasan perbatasan, keberadaan infrastruktur dasar menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat. Perlindungan terhadap kawasan pesisir turut memastikan ruang hidup warga tetap terjaga di tengah ancaman abrasi dan dinamika laut.
Pembangunan pengamanan pantai paket lanjutan di Pulau Sebatik menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus memberikan perhatian terhadap pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di wilayah perbatasan, termasuk infrastruktur yang berkaitan dengan perlindungan kawasan pesisir.
Pelaksanaan pembangunan di Sebatik juga mendapat pemantauan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor bersama Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK).
Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana, ketentuan teknis, serta target yang telah ditetapkan.
PPK Sungai dan Pantai SNPT PJSA Kalimantan V Provinsi Kalimantan Utara, Hengky Irawan Ahmad Yani, turut memantau pelaksanaan pekerjaan pengamanan pantai di kawasan pesisir Sebatik.
Hengky mengatakan pemantauan tersebut merupakan bagian dari pengendalian pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
“Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan,” kata Hengky.
Menurutnya, pembangunan pengamanan pantai di Pulau Sebatik merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir terhadap tekanan gelombang dan potensi abrasi.
Ia memastikan pelaksanaan pekerjaan tetap menjadi perhatian sehingga infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi sebagaimana perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Meski manfaat pembangunan mulai dirasakan, masyarakat berharap perlindungan terhadap pesisir Sebatik tidak berhenti setelah pekerjaan konstruksi selesai.
Pemeliharaan dan pengawasan secara berkala dinilai tetap diperlukan untuk memastikan fungsi pengamanan pantai dapat bertahan dalam menghadapi perubahan kondisi laut dan dinamika garis pantai.
Faizal berharap perhatian pemerintah terhadap kawasan pesisir dapat terus berlanjut. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan saat ini harus mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat Tanjung Karang dan kawasan pesisir Sebatik.
Harapan yang sama disampaikan Abigurdi. Ia meminta infrastruktur yang telah dibangun terus dijaga agar fungsi perlindungan terhadap pantai tetap optimal.


