Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Tantangan pertahanan terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan strategis.
Kondisi tersebut membuat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu beradaptasi dengan bentuk ancaman yang semakin beragam.
Pesan itu menjadi salah satu penekanan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang digelar di Lapangan Komando Distrik Militer 0902/Berau, Jalan Pulau Semama, Kecamatan Tanjung Redeb, Senin (5/10/2026) pagi.
Komandan Komando Distrik Militer 0902/Berau Letnan Kolonel Infanteri Muhammad Faisal Idris bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur TNI yang bertugas di Kabupaten Berau.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Komandan Komando Distrik Militer 0902/Berau, ditekankan bahwa kepercayaan masyarakat kepada TNI harus dijawab dengan peningkatan kualitas pengabdian.
Prajurit juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, dinamika informasi hingga perubahan karakter ancaman yang dapat memengaruhi keutuhan wilayah.
Penguatan TNI tidak cukup hanya melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan, kesiapan personel dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam memastikan setiap prajurit mampu menjalankan tugas secara profesional.
Nilai PRIMA, yakni profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif, ditekankan sebagai budaya dalam menjalankan pengabdian. “Profesional berarti setiap prajurit harus menguasai tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Letnan Kolonel Infanteri M. Faisal Idris.
Selain kemampuan profesional, prajurit juga harus siap menghadapi perubahan. Setiap pengalaman dalam penugasan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk memperkuat kemampuan menghadapi tantangan berikutnya.
“Kemampuan beradaptasi menjadi bekal menghadapi bentuk ancaman yang terus berubah. Setiap pengalaman penugasan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan,” tambahnya.
Di tingkat daerah, semangat tersebut juga diterapkan melalui penguatan sinergi dengan berbagai unsur. Komando Distrik Militer 0902/Berau terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan instansi lainnya dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.
Salah satu bentuk kerja bersama itu terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. TNI turut mendukung upaya pemerintah daerah bersama kepolisian dan pihak terkait dalam merespons potensi maupun kejadian kebakaran di lapangan.
Faisal menyebut, selama kurang lebih enam bulan menjalankan tugas di Berau, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat masih terjaga. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan sinergi antarlembaga.
“Intinya kita akan selalu membantu pemerintah daerah terkait masalah kondusivitas yang ada di wilayah,” katanya.
Peringatan HUT ke-81 TNI akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian prajurit. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat agar TNI terus berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati diri sebagai kekuatan pertahanan yang dekat dengan rakyat.


