Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Aktivitas pembangunan di kawasan pesisir Kabupaten Berau mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau bersama sejumlah pihak terkait melakukan monitoring terhadap bangunan yang berada di kawasan sempadan pantai.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan kawasan wisata pesisir tidak mengabaikan aturan tata ruang maupun kelestarian lingkungan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menilai pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan perlindungan kawasan pesisir.
Menurutnya, kawasan pantai memiliki nilai strategis bagi pariwisata Berau. Karena itu, pembangunan yang muncul di sepanjang garis pantai perlu dikendalikan agar tidak berkembang tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Monitoring tidak hanya menyasar keberadaan bangunan, tetapi juga melihat kesesuaian pemanfaatan ruang di kawasan sempadan pantai.
“Kami ingin memastikan pembangunan yang dilakukan tetap berada dalam koridor regulasi,” ucapnya.
Pengawasan juga menjadi upaya untuk mencegah munculnya persoalan tata ruang di kemudian hari, terutama pada kawasan yang memiliki potensi wisata dan menjadi tujuan masyarakat maupun wisatawan.
Yudha menegaskan, pengembangan destinasi wisata tidak semata-mata mengejar pertumbuhan aktivitas ekonomi. Aspek lingkungan dan keteraturan kawasan juga harus menjadi perhatian agar potensi wisata pesisir Berau dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Dengan pengawasan tersebut, pemerintah berharap kawasan pesisir dapat berkembang secara tertata, sekaligus tetap memberikan ruang bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati lingkungan pantai secara aman dan nyaman.
“Pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan dan menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” tambahnya. (Adv)



