Lapas Nunukan Pamerkan Karya WBP di Paras Fest 2026, Batik Lulantatibu Jadi Sorotan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kalapas Nunukan Donny Setiawan saat memamerkan karya batik Lulantatibu WBP kepada Asisten II Setda Nunukan. (Foto: Lapas Nunukan)
Kalapas Nunukan Donny Setiawan saat memamerkan karya batik Lulantatibu WBP kepada Asisten II Setda Nunukan. (Foto: Lapas Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lapas Nunukan Pamerkan Karya WBP di Paras Fest 2026, Batik Lulantatibu Jadi Sorotan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kalapas Nunukan Donny Setiawan saat memamerkan karya batik Lulantatibu WBP kepada Asisten II Setda Nunukan. (Foto: Lapas Nunukan)
Kalapas Nunukan Donny Setiawan saat memamerkan karya batik Lulantatibu WBP kepada Asisten II Setda Nunukan. (Foto: Lapas Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lapas Nunukan Pamerkan Karya WBP di Paras Fest 2026, Batik Lulantatibu Jadi Sorotan

Kalapas Nunukan Donny Setiawan saat memamerkan karya batik Lulantatibu WBP kepada Asisten II Setda Nunukan. (Foto: Lapas Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan tidak hanya menjadi momentum hiburan dan perayaan daerah. Paras Fest 2026 juga dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan untuk memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat.

Lapas Nunukan hadir melalui stan pameran yang menampilkan beragam produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Produk tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di balik tembok pemasyarakatan tidak berhenti pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga diarahkan untuk membentuk keterampilan dan kemandirian.

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah batik tulis Lulantatibu. Kain batik khas Kabupaten Nunukan tersebut dikembangkan kembali oleh WBP melalui sentuhan kreativitas yang menjadi ciri khas Lapas Nunukan.

Bagi Lapas Nunukan, batik tersebut tidak sekadar menjadi hasil kerajinan. Di dalamnya terdapat upaya untuk memperkenalkan dan mempertahankan identitas budaya lokal melalui keterampilan warga binaan.

Motif dan nilai budaya Lulantatibu dituangkan ke dalam karya batik tulis yang memiliki nilai estetika sekaligus potensi ekonomi. Proses tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan kepada WBP selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan keikutsertaan dalam Paras Fest 2026 menjadi ruang bagi Lapas Nunukan untuk membuka hasil pembinaan kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat bahwa warga binaan memiliki kemampuan dan potensi yang dapat dikembangkan melalui program pembinaan yang tepat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan memiliki potensi dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya melalui karya batik tulis Lulantatibu yang kami kreasikan bersama sebagai produk hasil pembinaan Lapas Nunukan,” ujar Donny.

Ia menambahkan, keterlibatan WBP dalam menghasilkan berbagai produk kreatif diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Selain batik tulis Lulantatibu, stan Lapas Nunukan juga menampilkan sejumlah produk kerajinan dan hasil pembinaan kemandirian lainnya. Kehadiran produk-produk tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan pemasyarakatan kepada masyarakat luas.

Donny menilai, momentum HUT Nunukan  menjadi kesempatan yang baik untuk mempertemukan hasil kreativitas warga binaan dengan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat memberikan apresiasi terhadap karya-karya WBP. Ini merupakan bagian dari proses pembinaan yang terus kami lakukan agar mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” pungkasnya.