Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Audiensi dengan HPDKI, Wagub Seno Aji Dorong Pengembangan Peternakan Domba di Kaltim

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat diwawancara di kantornya, Senin (5/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Bisnis

    Audiensi dengan HPDKI, Wagub Seno Aji Dorong Pengembangan Peternakan Domba di Kaltim

    PusaranMedia.com

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat diwawancara di kantornya, Senin (5/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Audiensi dengan HPDKI, Wagub Seno Aji Dorong Pengembangan Peternakan Domba di Kaltim

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat diwawancara di kantornya, Senin (5/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA - Kebutuhan domba di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini masih belum terpenuhi lebih dari 50 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang mendorong peningkatan populasi dan pengembangan peternakan domba di daerah.

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama DPD Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kaltim.

    “Ternyata kebutuhan Kaltim ini masih kurang banyak, kurang lebih di atas 50 persen kebutuhannya yang belum terpenuhi,” kata Seno Aji, Senin (5/9/2026).

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan peran peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan domba di Kaltim. Pemprov mendorong HPDKI berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim untuk mengembangkan peternakan domba di tengah masyarakat.

    Upaya tersebut juga dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk pemenuhan kebutuhan sumber protein hewani.

    “Kita ingin swasembada beras, swasembada pangan, dan salah satu lagi adalah swasembada daging. Nah ini salah satunya domba,” ujarnya.

    Seno berharap ke depan jumlah peternak kambing dan domba di Kaltim dapat terus bertambah sehingga kebutuhan masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.

    Di sisi lain, pengembangan peternakan domba masih berkaitan dengan ketentuan kesehatan hewan. Sebelumnya domba dilarang masuk ke wilayah Kaltim. Namun, Seno menyebut larangan tersebut telah dicabut, sehingga ternak domba sudah diperbolehkan untuk dilakukan. 

    Hanya saja, kata Seno, masih terdapat ketentuan jarak antara peternakan domba dengan peternakan sapi khususnya jenis sapi bali. Peternakan domba saat ini harus berada di luar radius tiga kilometer dari peternakan sapi untuk mengantisipasi risiko penularan penyakit Malignant Catarrhal Fever (MCF) pada sapi.

    Pemprov Kaltim, kata Seno, tengah melihat peluang agar ketentuan tersebut dapat dikaji kembali. Salah satu opsi yang dibahas adalah memastikan perlindungan kesehatan pada ternak sapi sehingga peternakan domba nantinya dapat dikembangkan pada wilayah yang lebih dekat.

    “Nah radius 3 km ini kita harus memastikan bahwa penyakit domba yang bisa menularkan penyakit MCF kepada si sapi, itu juga harus kita amankan dulu,” jelasnya.

    Untuk mendukung kajian tersebut, Pemprov Kaltim akan melibatkan akademisi dan instansi teknis. Penelitian akan dilakukan bersama Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul) dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim.

    “Kita bersama dengan Fakultas Pertanian dari Unmul dan Dinas Peternakan melakukan penelitian itu,” pungkasnya.