Kebakaran Besar di Danau Aji Ludeskan Puluhan Rumah, Petugas Damkar Sempat Kehabisan Pasokan Air

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kondisi kebakaran di wilayah Tenggarong (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kondisi kebakaran di wilayah Tenggarong (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebakaran Besar di Danau Aji Ludeskan Puluhan Rumah, Petugas Damkar Sempat Kehabisan Pasokan Air

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kondisi kebakaran di wilayah Tenggarong (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kondisi kebakaran di wilayah Tenggarong (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebakaran Besar di Danau Aji Ludeskan Puluhan Rumah, Petugas Damkar Sempat Kehabisan Pasokan Air

Kondisi kebakaran di wilayah Tenggarong (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Puluhan rumah terdampak musibah kebakaran yang melanda kawasan RT 33, Jalan A.M. Alimuddin dan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (5/10/2026) sore.

Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk dengan akses gang yang sempit. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas bahkan sempat mengalami kendala karena kehabisan pasokan air saat api masih membakar sejumlah bangunan.

Berdasarkan data sementara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 75 bangunan.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan jumlah tersebut berdasarkan keterangan sementara dari pihak kelurahan di lokasi kejadian.

“Tadi keterangannya bilang Pak Lurah hampir 75 bangunan rumah ya, karena rumahnya ada kontrakan, sewa, pintuan. Satu RT, satu RT itu nggak bisa kita bayangkan, satu RT di sini,” kata Fida.

Ia menjelaskan, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca yang panas, angin kencang, serta sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar lokasi.

“ada beberapa kekurangan memang sekarang juga musim panas, musim kemarau, angin betul-betul kencang, sulit mendapatkan sumber air,” ujarnya.

Menurut Fida, kondisi tersebut membuat armada pemadam sempat kehabisan pasokan air. Petugas harus mencari sumber air untuk kembali mengisi tangki di tengah proses pemadaman.

“Saya bisa katakan kami sempat kehabisan pasokan air sulit mencari sumber air dengan situasi seperti ini,” katanya.

Fida mengakui keterbatasan tersebut membuat proses penanganan kebakaran tidak berjalan maksimal. Ia bahkan menyebut kawasan padat penduduk di Tenggarong, khususnya wilayah Danau Aji dan sekitarnya, telah menjadi perhatian dalam setiap pembahasan kesiapsiagaan kebakaran.

“Saya bukan menyesal, tapi ini sudah saya gambarkan jauh jauh wilayah danau aji, Anda boleh tanya masyarakat di sini ya, kalau malam bulan Ramadan saya patroli. Sampai ke bawah-bawah rumah orang itu saya lihat ada sumber air nggak. Kita kalau diuji di sini, kita akan mati kutu,” tuturnya.

Menurutnya, keterbatasan air membuat petugas sempat hanya bisa menyaksikan api membakar salah satu rumah ketika pasokan air habis.

“Kita tadi menyaksikan pada saat air kita habis, kita mengisi, kita hanya menonton api itu memakan satu unit rumah,” ujarnya.

Fida mengatakan kobaran api sebenarnya tidak terlalu besar. Namun, karena kondisi bangunan yang saling berdekatan, api dengan cepat berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya.

Ia menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran di kawasan padat penduduk.

“Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi kalau kita lihat wilayah Tenggarong dengan kepadatan Danau Aji, ini sangat luar biasa ini satu RT habis, termasuk rumah Pak RT-nya. Ini sangat miris sekali,” katanya.

Fida juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena pelayanan pemadaman dinilai belum maksimal akibat berbagai keterbatasan di lapangan.

“Makanya tadi saya mewakili kawan-kawan peserta relawan, mohon maaf dengan warga, tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal mungkin keterbatasan,” ujarnya.

Selain kerugian materi, kebakaran tersebut juga menyebabkan sejumlah warga mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan medis.

Fida menyebut terdapat warga yang pingsan atau mengalami syok setelah menyaksikan rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka terbakar. Beberapa warga juga mengalami sesak napas dan dibawa ke rumah sakit.

“Pingsan saja, tadi saya cek ada orang tua angkat, saya juga ada di dalam tadi saya cek tadi diamankan anaknya ke rumah di Mangkurawang, pingsan pingsan syok aja ya tadi ada 2 orang, 3 orang tadi dibawa ke rumah sakit, karena sesak napas, karena syok melihat situasi yang seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Fida mengatakan informasi awal yang diterimanya menyebut titik api diduga berada di bagian belakang rumah Ketua RT, namun hal tersebut masih perlu dipastikan.

“Belum mendapatkan kepastian ya, tadi infonya sih di belakang rumah Pak RT gitu ya, mungkin di rumah pintuan ya, di rumah pintuan,” katanya.

Ia menegaskan informasi tersebut masih sebatas keterangan awal yang didengarnya di lokasi.