Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) menjadi salah satu tahapan yang masih ditunggu sebelum Terowongan Samarinda dapat difungsikan.
Hingga kini, Komisi III DPRD Samarinda mengaku belum menerima pembaruan terkait sejauh mana proses tersebut berjalan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan administrasi dan tahapan pemenuhan SLF.
“Kami ingin tahu sampai sejauh mana proses itu tadi. Apakah ada kendala atau sudah sampai di mana proses administrasi daripada SLF itu,” kata Deni.
Menurutnya, informasi tersebut penting karena SLF menjadi salah satu syarat sebelum terowongan dapat dinyatakan layak untuk digunakan.
Selama sertifikat tersebut belum diterbitkan, pihaknya menilai uji coba pengoperasian belum dapat dilakukan.
Deni mengatakan sebelumnya Pemkot Samarinda telah menyampaikan bahwa sejumlah saran dan masukan dari tim akademisi masih dalam proses dipenuhi dan diperbaiki sebagai bagian dari persiapan memperoleh SLF.
Namun, DPRD hingga kini belum mengetahui secara pasti tahapan yang sedang berjalan, sehingga Komisi III berencana mengagendakan pemanggilan setelah kegiatan reses selesai.
“Misalnya ada 22 tahapan dari awal, saat ini sudah di tahapan yang mana? Ini yang kita ingin tahu,” ujarnya.
Deni menyebut Komisi III juga telah beberapa kali melayangkan surat kepada Dinas PUPR untuk dapat bertemu dengan Kepala Bidang Bina Marga maupun pelaksana tugas kepala dinas.
Namun, pertemuan tersebut belum terlaksana karena adanya agenda yang bersamaan.
Ia menilai keterbukaan mengenai perkembangan terowongan diperlukan agar masyarakat mengetahui alasan fasilitas tersebut belum dapat digunakan.
“Transparansi informasi publik ini masyarakat mesti mengetahui. Kalau memang ada kendala teknis atau nonteknis, kita sampaikan ada apa,” katanya.
Deni berharap proses penerbitan SLF dapat segera diselesaikan sehingga tahapan berikutnya, termasuk uji beban, dapat dilaksanakan. Ia juga berharap Terowongan Samarinda sudah dapat difungsikan sebelum akhir 2026.


