Kebutuhan Nelayan PPU untuk Konsumsi BBM Subsidi Capai 7.599 Kiloliter

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kapal nelayan di pesisir Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kapal nelayan di pesisir Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebutuhan Nelayan PPU untuk Konsumsi BBM Subsidi Capai 7.599 Kiloliter

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kapal nelayan di pesisir Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kapal nelayan di pesisir Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebutuhan Nelayan PPU untuk Konsumsi BBM Subsidi Capai 7.599 Kiloliter

Kapal nelayan di pesisir Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pemetaan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk nelayan. 

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana mengatakan, hasil pemetaan tersebut tercatat kebutuhan BBM subsidi jenis solar mencapai 7.599 Kiloliter. 

Kebutuhan BBM subsidi sebesar ini telah melalui proses perhitungan berdasarkan jumlah kapal nelayan mencapai 2.505 unit, frekuensi melaut, ukuran kapal dan wilayah penangkapan. 

“Kami sudah menghitung kebutuhan BBM subsidi untuk nelayan di PPU mencapai 7.599 Kiloliter,” kata Nani, Selasa (6/10/2026). 

Nani mengungkapkan, kuota BBM bersubsidi untuk nelayan yang dialokasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di tahun ini hanya 1.860 Kiloliter. Jadi, kuota BBM subsidi ini masih jauh dari kebutuhan nelayan di Benuo Taka. 

Sebab, hasil perhitungan kebutuhan BBM subsidi mencapai 7.599 Kiloliter. “Kuota BBM subsidi untuk nelayan di PPU hanya 1.860 Kiloliter, sedangkan kebutuhannya 7.599 Kiloliter,” ujarnya. 

Data kebutuhan BBM subsidi untuk nelayan sebanyak 7.599 Kiloliter telah disampaikan Dinas Perikanan PPU ke Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) PPU. 

Data tersebut menjadi acuan dalam mengajukan tambahan kuota BBM subsidi untuk nelayan ke pemerintah pusat. 

“Pemerintah daerah sudah mengajukan tambahan kuota BBM subsidi untuk nelayan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan usulan tambahan kuota ini disetujui agar kebutuhan BBM nelayan di PPU dapat terpenuhi,” pungkasnya.