Wakil Gubernur Kaltim Sebut Sawit Bisa Jadi Penopang Ekonomi Kaltim Jangka Panjang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dalam workshop yang digelar FPKS Kaltim, Selasa (6/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dalam workshop yang digelar FPKS Kaltim, Selasa (6/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wakil Gubernur Kaltim Sebut Sawit Bisa Jadi Penopang Ekonomi Kaltim Jangka Panjang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dalam workshop yang digelar FPKS Kaltim, Selasa (6/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dalam workshop yang digelar FPKS Kaltim, Selasa (6/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wakil Gubernur Kaltim Sebut Sawit Bisa Jadi Penopang Ekonomi Kaltim Jangka Panjang

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dalam workshop yang digelar FPKS Kaltim, Selasa (6/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Kelapa sawit dinilai memiliki peluang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah sekaligus menopang transformasi ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) dari sektor ekstraktif menuju industri yang lebih berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan pengembangan sawit menjadi salah satu sektor yang didorong pemerintah karena tanaman tersebut dapat diremajakan dan terus menghasilkan dalam jangka panjang.

“Justru itu yang kami harapkan," kata Seno Aji dalam workshop yang diselenggarakan Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kaltim, Selasa (6/10/2026). 

Menurutnya, pengembangan komoditas sawit juga berkaitan dengan peningkatan kebutuhan minyak kelapa sawit untuk program biodiesel nasional. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi petani.

"Kelapa sawit menjadi salah satu tujuan kita karena dia bisa direplanting dan bisa berpuluh-puluh tahun untuk menghasilkan,” ungkapnya.

Seno mengatakan pemerintah provinsi terus memberikan dukungan kepada petani sawit mandiri. Salah satunya melalui kebijakan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang disebutnya saat ini disamakan dengan harga yang diterima petani plasma.

“Ini juga memberikan kesempatan yang luas kepada petani mandiri untuk meningkatkan produktivitas mereka,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan forum petani kelapa sawit yang secara mandiri mengembangkan perkebunan mereka. Menurutnya, peningkatan produktivitas petani perlu dibarengi dengan pelatihan dan pendampingan agar pengelolaan perkebunan dapat semakin berkembang.

Namun, Seno menegaskan pengembangan sawit tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku di Kaltim. Petani maupun pelaku usaha diminta tidak membuka atau menanam sawit di kawasan yang dilarang, termasuk kawasan hutan.

“Kita juga perlu menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang berlaku di Kalimantan Timur. Misalnya, mereka tidak menanam di lahan perhutanan dan lain sebagainya,” katanya.

Seno mengatakan Pemprov Kaltim akan terus mendorong penguatan kapasitas petani melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk forum petani dan lembaga terkait.

Menurutnya, pengembangan sektor sawit diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.