Tak Semua Wilayah Minim Sinyal di Kutim Masuk Kategori Blank Spot

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tower jaringan di area Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Tower jaringan di area Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Semua Wilayah Minim Sinyal di Kutim Masuk Kategori Blank Spot

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tower jaringan di area Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Tower jaringan di area Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Semua Wilayah Minim Sinyal di Kutim Masuk Kategori Blank Spot

Tower jaringan di area Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Kondisi jaringan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutim tidak seluruhnya dapat disebut blank spot. 

Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Staper) Kutim menyebut masih ada wilayah yang telah memiliki sinyal, tetapi kekuatannya belum merata.

Plt Kabid Infrastruktur TIK Diskominfo Staper Kutim, M Ihsan Hafid menjelaskan, blank spot berbeda dengan kondisi sinyal lemah.

Keberadaan provider atau tower di sekitar wilayah menjadi salah satu hal yang membedakan kondisi tersebut.

“Banyak faktor yang memungkinkan yang artinya itu sebenarnya bukan blank spot. Karena sebenarnya di Kutai Timur itu ada yang lemah sinyal, itu tidak bisa dikategorikan blank spot karena ada provider atau tower di sekitar situ. Berarti kita mau perkuat dari segi sinyalnya saja,” kata Ihsan.

Di kesempatan yang sama Staf Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Diskominfo Staper Kutim, Apriance Saleda, mengatakan jaringan komunikasi telah tersedia di 151 desa, termasuk desa persiapan, serta dua kelurahan.

“Kalau kita melihat kondisi Kutai Timur ini di 151 desa semua dengan sudah termasuk 15 desa persiapan dua kelurahan. Itu kalau signal semuanya sudah ada,” katanya.

Menurut Apriance, persoalan yang ditemukan di lapangan lebih banyak berkaitan dengan kekuatan sinyal. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika warga berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

“Karena di semua desa itu rata-rata signal sudah ada, Bu. Sudah ada cuma kadang lemah gitu. Nah, kadang di sini kita ada signal, kita bergeser sekitar 5 m mungkin enggak ada. Nah, itu termasuk kategori sinyal lemah, bukan blank spot,” jelasnya.

Sebagai informasi, blank spot merupakan kondisi ketika tidak ada sinyal sama sekali. Sementara wilayah dengan provider atau tower yang masih tersedia, tetapi kekuatan sinyalnya tidak stabil, masuk dalam kategori sinyal lemah.