DPRD Kukar Minta Aset Daerah Hasilkan PAD

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua dprd kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Ketua dprd kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Kukar Minta Aset Daerah Hasilkan PAD

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua dprd kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Ketua dprd kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Kukar Minta Aset Daerah Hasilkan PAD

Ketua dprd kukar, Ahmad Yani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong agar aset daerah yang berada di Graha 165 dapat dikelola melalui skema penyertaan modal kepada badan usaha milik daerah (BUMD). 

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aset daerah dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan Graha 165 merupakan salah satu aset daerah berupa bangunan yang selama ini telah menghasilkan pendapatan. 

Namun, menurutnya, mekanisme penyertaan modal terhadap aset tersebut perlu disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sementara undang-undang terbaru saat ini, peraturan perundang-undangan bahwa kalau daerah ingin berinvestasi kan harus melalui badan usaha milik daerah,” kata Ahmad Yani.

Ia menyebut salah satu BUMD yang dapat menjadi bagian dari skema tersebut adalah PT Tunggang Parangan Perseroda. Karena itu, aset yang sebelumnya disertakan kepada PT Graha 165 diharapkan dapat dimasukkan sebagai penyertaan modal kepada PT Tunggang Parangan.

Dengan skema tersebut, PT Tunggang Parangan Perseroda nantinya dapat menjalin kerja sama dengan PT Graha 165 dalam pengelolaan aset maupun kegiatan usaha.

“Oleh karena itu kita minta aset yang disertakan di PT Geraha 165 ini Ini kita akan masukkan sebagai penyertaan modal kepada Tunggang parangan. Sehingga nanti PT Tunggang parangan perseroda dengan PT Geraha 165 bisa bekerjasama. Itu intinya,” ujarnya.

Ahmad Yani mengatakan langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan penataan administrasi aset, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi aset daerah terhadap PAD Kukar.

“Dan harapan kita adalah bagaimana mencetak pendapatan asli daerah. Dari kerjasama-kerjasama yang ada itu termasuk Geraha 165 kita tuntut itu diselesaikan oleh Pansus,” katanya.

Ia menyebut nilai penyertaan modal awal pada Graha 165 berada di angka sekitar Rp12,5 miliar. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, aset tersebut dinilai telah memberikan hasil yang cukup besar.

“Dan kemudian hasilnya berupa pendapatan asil daerah dari sektor gedung ya yang ada perkantoran yang ada di Gerah 165 yang memang saat awal kan 12,5 miliar dan kita harap 12,5 miliar ini kan sudah menghasilkan kita hitung-hitung kemarin itu kan sebenarnya sudah dua kali lipat hasil daripada Gerah 165 itu menembus sekitar 25 miliar,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Yani, potensi tersebut perlu terus dioptimalkan sehingga pada 2027 aset Graha 165 dapat memberikan kontribusi yang lebih jelas terhadap PAD Kukar. (Adv)