Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Pemerintah dan pemangku kepentingan bidang jalan didorong mencari sumber pembiayaan alternatif untuk menjawab kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Indonesia.
Ini menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar Inovasi Pembiayaan pada Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 yang digelar di Balikpapan, Rabu (7/10/2026).
Seminar tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi hingga praktisi untuk membahas berbagai persoalan dalam penyelenggaraan jalan, termasuk teknologi, industri, konstruksi dan pembiayaan.
Ketua Penyelenggara KRTJ ke-16, Taufik Widjoyono mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak dalam mencari solusi terhadap persoalan penyelenggaraan jalan.
"Jadi kita menyelenggarakan KRTJ 16 ini untuk bisa mengumpulkan semua pemangku kepentingan, pemerintah, dunia usaha, akademisi, praktisi, dan lain-lain untuk bisa bersama-sama menyelesaikan berbagai masalah di bidang penyelenggaraan jalan," kata Ir Taufik.
Menurutnya, pembahasan dalam KRTJ ke-16 diharapkan dapat menghasilkan masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan.
"Kita harapkan apa yang kita hasilkan hari ini bisa menjadi bagian untuk masukan kepada pemerintah dalam mengembangkan kebijakan," ujarnya.
Selain pembiayaan, inovasi yang dibahas juga mencakup teknologi konstruksi dan penggunaan material dalam pembangunan jalan.
Salah satunya pemanfaatan aspal Buton (Asbuton) yang dapat mendukung pembangunan jalan dengan biaya lebih murah, pengerjaan lebih cepat dan kualitas yang lebih baik.
"Inovasi antara lain konstruksi, material Asbuton dan lain-lain yang kemudian digunakan untuk pengembangan jalan yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik," jelasnya.
Ir Taufik mengatakan hasil inovasi tersebut nantinya dapat memberikan dampak bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga pembina jaringan jalan di tingkat pusat, provinsi maupun daerah.
"Semua. Tentunya pemerintah, masyarakat, dan juga pembina jaringan jalan, semua baik pusat, provinsi, daerah," katanya.
Sementara inovasi pembiayaan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan di tengah kebutuhan anggaran yang besar.
Skema pembiayaan tersebut juga dapat membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak dalam pembangunan maupun pemeliharaan jalan.
Untuk penerapannya, Ir Taufik menyebut mekanisme lebih lanjut masih menjadi bagian dari pembahasan dalam penyelenggaraan jalan.
"Mekanisme tentu itu nanti bagian dari penyelenggaraan jalan, ya jadi nanti tentunya itu akan dibahas lebih lanjut," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menginginkan pemulusan jalan di wilayahnya.
Pembahasan mengenai inovasi pembiayaan tersebut juga dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk target Jalan Provinsi Mantap 100 persen dan peningkatan akses menuju Kabupaten Kutai Barat (Kubar).


