Banner ADV

Tak Lagi Andalkan Pasokan Luar, Resort dan Penginapan Serap Hasil Pertanian Lokal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tak Lagi Andalkan Pasokan Luar, Resort dan Penginapan Serap Hasil Pertanian Lokal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tak Lagi Andalkan Pasokan Luar, Resort dan Penginapan Serap Hasil Pertanian Lokal

Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pertanian lokal di Pulau Maratua mulai menunjukkan perubahan. Hasil budidaya masyarakat tidak lagi sebatas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi perlahan masuk ke pasar pariwisata yang selama ini menjadi penggerak ekonomi utama pulau tersebut.

Produk pertanian masyarakat bahkan sudah disuplai ke sejumlah resort dan penginapan di Maratua. Perkembangan ini menjadi tanda bahwa kebutuhan pangan di kawasan wisata mulai bisa dipenuhi dari produksi masyarakat setempat.

Perubahan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Sebelumnya, petani di Maratua menghadapi kendala biaya pupuk kimia yang relatif tinggi, akses distribusi yang tidak mudah, hingga persoalan kesuburan tanah dan serangan hama.

Keterbatasan itu mendorong masyarakat mencari cara yang lebih sesuai dengan kondisi kepulauan. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendampingan Tim Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai diterapkan dalam kegiatan pertanian masyarakat sejak tahun lalu.

Warga kemudian mengembangkan sejumlah kebutuhan pertanian secara mandiri, seperti pupuk cair organik, media tanam hingga pestisida hayati. Bahan yang digunakan pun banyak tersedia di sekitar mereka, antara lain daun pepaya, air kelapa dan limbah ikan.

Camat Maratua, Ashari, mengatakan perkembangan tersebut memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai kegiatan pemenuhan kebutuhan keluarga.

“Sekarang masyarakat mulai melihat hasil pertanian bisa memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pasar dari sektor pariwisata menjadi peluang yang dapat terus dikembangkan. Resort dan penginapan membutuhkan pasokan bahan pangan secara rutin, sehingga produksi masyarakat memiliki ruang untuk masuk ke pasar yang lebih jelas.

Pendampingan sebelumnya juga tidak berhenti pada pembuatan pupuk dan pestisida hayati. Masyarakat turut diperkenalkan dengan demplot serta instalasi hidroponik sebagai alternatif budidaya di wilayah yang memiliki keterbatasan lahan dan kondisi tanah.

Perkembangan itu membuat pola pertanian di Maratua mulai bergeser. Masyarakat tidak hanya memikirkan bagaimana tanaman dapat tumbuh, tetapi juga bagaimana hasilnya bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Masuknya produk lokal ke sejumlah penginapan sekaligus membuka peluang agar rantai ekonomi pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar pulau.

Bagi Maratua, kondisi ini menjadi penting. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Berau, kebutuhan pangan dari sektor akomodasi dan usaha pariwisata relatif besar. Jika sebagian kebutuhan tersebut dapat dipenuhi petani lokal, perputaran ekonomi pun berpeluang lebih banyak tinggal di masyarakat.

Pengembangan pertanian organik, hidroponik serta produksi pupuk hayati juga dapat menjadi ruang bagi usaha baru masyarakat. Terlebih, bahan baku untuk mendukung produksi tersebut tersedia di lingkungan sekitar.

Ke depan, penguatan produksi dan kesinambungan pasokan menjadi pekerjaan berikutnya. Ketika pasar dari resort dan penginapan sudah mulai terbentuk, tantangannya adalah memastikan kualitas, jumlah dan kontinuitas hasil pertanian mampu mengikuti kebutuhan industri pariwisata.

Dengan begitu, pertanian Maratua tidak berhenti sebagai program pemberdayaan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi wisata yang sudah berjalan. (Adv)