Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang mulai mematangkan persiapan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dispopar bersama KONI Bontang dan para pengurus cabang olahraga (cabor) di Aula Dispopar Kota Bontang, Selasa (6/10/2026).
Rapat dihadiri Kepala Dispopar Bontang, Kepala Bidang Olahraga, Ketua KONI Bontang, serta pengurus sejumlah cabor yang akan ambil bagian dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam rapat yakni keterbatasan anggaran. Pemkot Bontang telah mengalokasikan sekitar Rp4,4 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen Bontang pada Porprov 2026.
Namun, besarnya jumlah atlet, ofisial, serta cabor yang akan diberangkatkan membuat kebutuhan anggaran masih belum sepenuhnya tertutupi.
Kondisi tersebut membuat Dispopar dan KONI Bontang harus melakukan sejumlah penyesuaian. Skala prioritas pun mulai disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan kontingen serta potensi atlet dalam mendulang medali.
“Anggaran yang tersedia memang terbatas, sementara kebutuhan kontingen cukup besar. Karena itu, kami harus melakukan penyesuaian dan menentukan skala prioritas. Tetapi prinsipnya, kami tetap berupaya agar atlet yang sudah menjalani training center dapat diberangkatkan,” ujar Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Dispopar dan KONI Bontang memastikan persiapan atlet tetap berjalan. Termasuk atlet dan cabor yang sebelumnya telah mengikuti program training center sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov.
“Jangan sampai persoalan anggaran membuat semangat atlet turun. Mereka sudah berlatih dan mempersiapkan diri. Tugas kami sekarang memastikan dukungan yang dibutuhkan bisa dipenuhi semaksimal mungkin,” lanjutnya.
Selain membahas kebutuhan pembiayaan, rapat juga membahas sejumlah kebutuhan teknis kontingen. Mulai dari atribut kontingen, transportasi, hingga akomodasi selama pelaksanaan Porprov.
Persiapan kebutuhan tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Dispopar bersama KONI juga terus berkoordinasi dengan masing-masing cabor agar kebutuhan atlet dan ofisial dapat dipetakan sejak awal.
“Kami ingin seluruh kebutuhan dipersiapkan dengan baik. Mana yang menjadi kebutuhan utama harus didahulukan, sehingga keberangkatan atlet maupun ofisial nantinya bisa berjalan lancar,” katanya.
Dispopar berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi motivasi para atlet Bontang untuk tampil maksimal. Dukungan pemerintah akan terus diupayakan agar para atlet dapat berkompetisi dengan membawa nama baik Kota Bontang.
“Yang paling penting adalah semangat dan perjuangan atlet tetap terjaga. Mereka harus fokus bertanding dan memberikan kemampuan terbaik. Pemerintah bersama KONI akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang ada,” pungkasnya.
Porprov 2026 diharapkan menjadi momentum bagi atlet-atlet Bontang untuk menunjukkan hasil dari proses pembinaan dan training center yang telah dijalankan. Kontingen Bontang pun ditargetkan mampu meraih prestasi terbaik meski harus menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.


