Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Polisi menemukan sebuah surat yang diduga merupakan wasiat dalam penyelidikan kematian SR (33), seorang guru privat yang ditemukan tewas di area Apartemen Borneo Bay Residence, Tower Kartanegara, Balikpapan, Selasa (6/10/2026).
Surat tersebut ditemukan di salah satu unit apartemen yang diperiksa polisi setelah korban ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 05.45 Wita.
Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto mengatakan keberadaan surat tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan keterkaitannya dengan peristiwa kematian SR.
"Di tengah proses penyelidikan tersebut, kami juga mendalami sebuah surat yang ditemukan di lokasi dan diduga merupakan wasiat korban," ucap AKPB Fauzan saat konferensi pers di Mapolresta Balikpapan, Rabu (7/10/2026).
Namun, polisi belum mengungkap isi surat tersebut. Sebab, informasi dalam surat masih menjadi bagian dari proses penyelidikan sehingga perlu dipastikan terlebih dahulu keterkaitannya dengan rangkaian kejadian.
Selain surat, polisi juga mengamankan sejumlah barang dari dalam apartemen, di antaranya obat-obatan, pakaian, dan dua unit telepon seluler. "Antara lain obat-obatan, pakaian, dan dua unit telepon seluler," ungkapnya.
Kematian SR pertama kali dilaporkan kepada Polresta Balikpapan melalui layanan Call Center 110 serta pihak keamanan Apartemen Borneo Bay. Setelah menerima laporan, Tim Pamapta bersama personel Polresta Balikpapan dan Unit Identifikasi mendatangi lokasi.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan awal, SR ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan medis.
Polisi menduga korban meninggal setelah melompat dari salah satu unit apartemen. Tapi, dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian dan penyebab pasti kematian korban.
"Peristiwa tersebut masih kami selidiki. Dalam peristiwa tersebut terdapat dugaan korban mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari salah satu unit apartemen yang ada di Borneo Bay," katanya.
Untuk mengungkap peristiwa tersebut, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan keluarga korban.
Hasil pemeriksaan medis juga akan menjadi bagian dari penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan secara pasti penyebab kematian SR sebelum seluruh bukti dan keterangan selesai diperiksa.
Fauzan mengatakan, penanganan perkara dilakukan dengan metode scientific crime investigation untuk memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujarnya.
Polisi hingga kini masih mendalami seluruh temuan, termasuk surat yang diduga wasiat, barang-barang milik korban, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan medis untuk mengungkap secara utuh rangkaian kematian SR.


