Fathlon Nisa Dorong Jaringan Hidran Tenggarong Segera Direalisasikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Anggota DPRD Kukar Fraksi PDI Perjuangan, Fathlon Nisa (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kukar Fraksi PDI Perjuangan, Fathlon Nisa (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Fathlon Nisa Dorong Jaringan Hidran Tenggarong Segera Direalisasikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Anggota DPRD Kukar Fraksi PDI Perjuangan, Fathlon Nisa (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kukar Fraksi PDI Perjuangan, Fathlon Nisa (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Fathlon Nisa Dorong Jaringan Hidran Tenggarong Segera Direalisasikan

Anggota DPRD Kukar Fraksi PDI Perjuangan, Fathlon Nisa (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penguatan sistem pencegahan kebakaran di kawasan permukiman padat, salah satunya melalui pembangunan jaringan pendukung hidran.

Dorongan tersebut kembali mencuat setelah kebakaran melanda kawasan permukiman di RT 33, Jalan A.M. Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Anggota DPRD Kukar Fraksi PDI Perjuangan, Fathlon Nisa menyebut pembangunan jaringan hidran menjadi salah satu langkah antisipasi yang perlu diperkuat, terlebih fasilitas hidran sebelumnya telah masuk dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

“Awalnya, kita tentu prihatin dengan musibah yang terjadi. Kebakaran merupakan salah satu musibah yang sangat besar dampaknya bagi masyarakat, khususnya ketika terjadi di kawasan permukiman padat,” ujar Fathlon Kamis (8/10/2026)

Menurutnya, fasilitas hidran yang telah dibangun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena belum ditopang jaringan pendukung yang memadai.

“Sebelumnya ada salah satu pokok-pokok pikiran (pokir) saya terkait pembangunan hidran. Hidran tersebut sebenarnya sudah kita bangun, tetapi mungkin belum maksimal karena jaringan pendukungnya belum tersedia,” jelasnya.

Fathlon mengatakan keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam melanjutkan pembangunan jaringan tersebut. Kendati demikian, ia berharap kebutuhan itu dapat kembali dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2027.

“Dengan kondisi anggaran kita saat ini, mudah-mudahan pada 2027 nanti kita bisa kembali mendorong pembangunan jaringan hidran tersebut. Setidaknya, kita bisa melakukan langkah antisipasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

Ia menargetkan pembangunan jaringan pendukung hidran dapat direalisasikan pada 2027. Rencana tersebut,  sebelumnya juga telah dibahas melalui komunikasi dan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD.

“Targetnya pada 2027. Sebelumnya, hal ini juga sudah menjadi hasil komunikasi dalam rapat dengar pendapat (RDP) kami dengan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD,” ujarnya.

Fathlon menilai keberadaan hidran harus dibarengi jaringan pendukung yang memadai. Dengan demikian, fasilitas tersebut dapat berfungsi ketika petugas membutuhkan sumber air dalam penanganan kebakaran.

Penguatan sarana pemadam kebakaran dinilai semakin penting di kawasan permukiman dengan jarak antarbangunan yang berdekatan. Kondisi tersebut dapat membuat api lebih cepat menjalar ketika kebakaran terjadi.

Selain persoalan infrastruktur, Fathlon turut menyoroti kondisi warga yang terdampak kebakaran. Ia menyebut bantuan menjadi kebutuhan yang perlu diprioritaskan setelah masyarakat kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang akibat musibah.

“Namanya masyarakat yang sedang terkena musibah, tentu yang paling utama adalah bagaimana bantuan yang kita berikan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban mereka. Itu yang bisa kita lakukan saat ini,” tuturnya.

Sementara mengenai kemungkinan relokasi, Fathlon mengatakan keputusan tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kukar.

“Untuk relokasi, saya belum bisa memastikan. Mungkin nanti pihak DPRD bersama pemerintah daerah akan membicarakan lebih lanjut terkait langkah yang paling tepat,” katanya.

Ia mengatakan kondisi permukiman di lokasi kebakaran juga perlu menjadi bahan evaluasi. Sejumlah rumah sewaan berdiri cukup berdekatan sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.

Faktor cuaca dan arah angin juga disebut turut memengaruhi perkembangan kebakaran.

“Mudah-mudahan pemerintah kabupaten bersama DPRD dapat mencari solusi terbaik sesuai dengan harapan masyarakat, termasuk terkait kemungkinan relokasi maupun pembangunan kembali rumah warga ke depannya,” harap Fathlon.

Menurutnya, penanganan bencana tidak berhenti pada pemberian bantuan sementara. Pemerintah juga perlu memastikan warga terdampak dapat kembali memperoleh tempat tinggal dan menjalani kehidupan secara layak.

“Yang terpenting, kita berharap penanganan pascakebakaran ini dapat dilakukan dengan baik dan masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan tempat tinggal serta kehidupan yang lebih layak,” pungkasnya. (Adv)