Kontribusi Hotel Samarinda Turun, Dampak Efisiensi Anggaran

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kontribusi sektor perhotelan terhadap pendapatan daerah di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan pada 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kontribusi sektor perhotelan terhadap pendapatan daerah di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan pada 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kontribusi Hotel Samarinda Turun, Dampak Efisiensi Anggaran

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kontribusi sektor perhotelan terhadap pendapatan daerah di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan pada 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kontribusi sektor perhotelan terhadap pendapatan daerah di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan pada 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kontribusi Hotel Samarinda Turun, Dampak Efisiensi Anggaran

Kontribusi sektor perhotelan terhadap pendapatan daerah di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan pada 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA - Kontribusi sektor perhotelan terhadap pendapatan daerah di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan pada 2026.

Kondisi tersebut salah satunya disebut berkaitan dengan efisiensi kegiatan pemerintah yang berdampak pada berkurangnya aktivitas dan penggunaan jasa perhotelan.

Pada triwulan ketiga, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatat realisasinya baru mencapai sekitar Rp166,9 miliar. Sedangkan pada 2025 lalu, kontribusi sektor hotel mencapai Rp209,8 miliar. 

Meski kontribusi sektor perhotelan menurun, Pemkot Samarinda tidak berencana membuat kebijakan yang mewajibkan kegiatan perjalanan dinas pemerintah menggunakan hotel tertentu, termasuk hotel milik pemerintah daerah.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pemerintah seharusnya berperan sebagai regulator yang menciptakan ruang bagi sektor swasta untuk berkembang, bukan justru membuat kebijakan yang membatasi pilihan masyarakat maupun pelaku usaha.

"Posisi pemerintah menyiapkan landasan agar ekonomi swastanya itu terbang, bukan justru menjadi penghalang," kata Andi Harun, Rabu (7/10/2026). 

Menurutnya, sektor perhotelan memiliki kontribusi yang cukup luas terhadap perekonomian kota. Selain menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), aktivitas hotel turut menyerap tenaga kerja dan mendukung sektor usaha lain, termasuk UMKM.

Untuk itu, ia menilai peningkatan okupansi hotel sebaiknya tumbuh melalui aktivitas ekonomi dan daya tarik kota, bukan karena adanya kewajiban dari pemerintah.

Ia menilai pemerintah justru perlu menghindari kebijakan yang menambah beban bagi pelaku usaha perhotelan yang selama ini telah memberikan kontribusi terhadap daerah.

"Kalau hotel ini okupansinya naik, kontribusi PAD-nya akan nyata, daya serap tenaga kerjanya nyata, meningkatkan hospitality kotanya juga nyata, termasuk support-nya terhadap UMKM," ujarnya.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah menilai penurunan pendapatan dari sektor hotel tidak terlepas dari kebijakan efisiensi pemerintah yang membuat sejumlah kegiatan, khususnya kegiatan yang bersifat seremonial untuk sementara ditiadakan.

"Kalau kita hitung dengan tahun kemarin, ada penurunan. Penurunan itu sebenarnya tadi juga sudah disebutkan karena ada efisiensi dari pemerintah sendiri," ujar Helmi.

Ia berharap kebijakan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah dapat kembali membaik sehingga aktivitas pemerintahan dapat meningkat.

Dengan kembali bertambahnya kegiatan pemerintah, Helmi berharap sektor perhotelan di Samarinda ikut mendapatkan dampak positif melalui berbagai kegiatan yang melibatkan hotel-hotel di daerah.

"Harapan kita nanti kalau dengan adanya itu, kegiatan-kegiatan dari pemerintah pastilah akan banyak melibatkan hotel-hotel yang ada di Kota Samarinda," ungkap Helmi.