Banner ADV

Ikan Lokal Berau Didorong Jadi Andalan Keluarga Perkuat Gizi Anak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ikan lokal Berau. (Foto: Dinas Perikanan Berau)
Ikan lokal Berau. (Foto: Dinas Perikanan Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ikan Lokal Berau Didorong Jadi Andalan Keluarga Perkuat Gizi Anak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ikan lokal Berau. (Foto: Dinas Perikanan Berau)
Ikan lokal Berau. (Foto: Dinas Perikanan Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ikan Lokal Berau Didorong Jadi Andalan Keluarga Perkuat Gizi Anak

Ikan lokal Berau. (Foto: Dinas Perikanan Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Melimpahnya hasil perikanan di Kabupaten Berau tidak hanya menyimpan peluang ekonomi.

Di meja makan keluarga, ikan juga didorong menjadi salah satu sumber pangan utama untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.

Potensi tersebut kini terus dikembangkan Dinas Perikanan Berau melalui gerakan Ayo Makan Ikan.

Edukasi tidak hanya diarahkan kepada masyarakat umum, tetapi menyasar lingkungan sekolah, kampung hingga kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) yang memiliki peran penting dalam menentukan pola konsumsi keluarga.

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Juliarsih, mengatakan konsumsi ikan perlu dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, keberadaan sumber protein dari hasil laut dan perairan Berau seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.

“Kami dorong bukan hanya mengonsumsi ikan, tetapi menjadikannya bagian dari pola makan keluarga,” kata Yunda.

Ia menjelaskan, kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya makanan bergizi.

Ikan dinilai memiliki nilai strategis karena relatif mudah ditemukan di daerah yang memiliki potensi perikanan seperti Berau.

Untuk itu, edukasi dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak melihat ikan sebatas komoditas yang dijual, tetapi juga sebagai bahan pangan yang dapat dikonsumsi keluarga untuk menunjang tumbuh kembang anak.

“Kami terus masuk ke masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang manfaat ikan bagi kebutuhan gizi,” ujarnya.

Bagi Dinas Perikanan, persoalan gizi tidak cukup ditangani melalui intervensi ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Kebiasaan makan bergizi sejak lingkungan keluarga menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat.

Gerakan makan ikan pun diarahkan agar semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sekolah menjadi salah satu sasaran edukasi untuk membangun pemahaman sejak usia dini, sementara keluarga menjadi ruang utama untuk menerapkannya dalam pola makan harian.

Di sisi lain, langkah tersebut sekaligus membuka ruang agar potensi perikanan Berau memberikan manfaat yang lebih luas. Hasil tangkapan dan produksi perikanan tidak hanya berputar sebagai komoditas ekonomi, tetapi turut berkontribusi terhadap kebutuhan pangan masyarakat lokal.

Dinas Perikanan berharap peningkatan konsumsi ikan dapat berjalan beriringan dengan upaya pemerintah daerah memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

“Harapannya, semakin banyak keluarga yang terbiasa menyediakan ikan di rumah, semakin kuat pula pemenuhan gizi anak sejak dari keluarga,” pungkasnya. (Adv)