Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani meminta pemerintah memastikan ketersediaan infrastruktur pemadam kebakaran di seluruh kawasan permukiman, terutama wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Yani sebagai bagian dari evaluasi setelah musibah kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Menurutnya, persoalan keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran tidak seharusnya kembali terjadi.
Ia menilai ketersediaan sarana dan prasarana pemadam merupakan kebutuhan dasar yang harus dipastikan sejak awal.
“Ini tidak perlu lagi kita perdebatkan. Ini adalah bagian dari kelalaian bersama. Tidak adanya fasilitas pemadam kebakaran tentu tidak mungkin kita salahkan siapa dan apa. Pada intinya, fasilitas itu memang tidak ada,” ujar Yani, Kamis (8/10/2026)
Ia menegaskan, kondisi serupa tidak boleh terulang. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas pemadam kebakaran.
“Ke depan tidak boleh lagi ada kondisi seperti ini. Tidak ada alasan,” tegasnya.
Yani mengatakan fasilitas pemadam kebakaran tidak hanya sebatas kendaraan atau peralatan operasional.
Infrastruktur pendukung juga harus disiapkan dan ditempatkan secara memadai agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi keadaan darurat.
“Terkait fasilitas, termasuk infrastruktur pemadam kebakaran, semuanya harus disiapkan dan disiagakan. Tidak boleh lagi ada celah bahwa fasilitas itu tidak ada, tidak sempat disiapkan atau tidak tersedia. Itu tidak boleh lagi,” katanya.
Menurutnya, kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi harus menjadi perhatian khusus. Ketersediaan fasilitas pemadam dinilai penting untuk mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi sekaligus meminimalkan risiko meluasnya api.
“Insyaallah, ke depan kita akan mengevaluasi semuanya dan memastikan fasilitas tersebut lengkap. Tidak boleh ada tempat, termasuk kawasan yang padat penduduk, yang tidak memiliki fasilitas memadai,” ujarnya.
Ahmad Yani menekankan perlunya keseriusan dalam penyediaan infrastruktur kebakaran. Ia meminta tidak ada lagi kelalaian dalam memastikan kebutuhan tersebut tersedia di lapangan.
“Ke depan harus diperhatikan. Kita tidak boleh lagi lengah, ceroboh, bahkan lalai dalam rangka menyediakan infrastruktur kebakaran,” tegasnya.
Ia menyebut kejadian kebakaran tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Kukar. Evaluasi diharapkan menghasilkan perbaikan konkret terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.
“Ini menjadi bagian dari evaluasi kita semua supaya ke depan semuanya lebih baik. Kita berharap tidak ada lagi kejadian kebakaran seperti ini,” pungkasnya. (Adv)


