Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya, 512 ASN Kutim Diminta Tingkatkan Integritas dan Kinerja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Suasana penerima Satyalancana Karya Satya di ASN Kutai Timur yang diberikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Suasana penerima Satyalancana Karya Satya di ASN Kutai Timur yang diberikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya, 512 ASN Kutim Diminta Tingkatkan Integritas dan Kinerja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Suasana penerima Satyalancana Karya Satya di ASN Kutai Timur yang diberikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Suasana penerima Satyalancana Karya Satya di ASN Kutai Timur yang diberikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya, 512 ASN Kutim Diminta Tingkatkan Integritas dan Kinerja

Suasana penerima Satyalancana Karya Satya di ASN Kutai Timur yang diberikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

SANGATTA – Penghargaan Satyalancana Karya Satya tidak hanya menjadi penanda masa pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga dituntut dibuktikan melalui integritas dan kinerja dalam menjalankan tugas.

Pesan itu disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat penyematan Satyalancana Karya Satya kepada 512 PNS di lingkungan Pemkab Kutim di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (8/10/2026).

Ardiansyah meminta para penerima tidak berhenti pada kebanggaan setelah memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan keputusan Presiden tersebut. 

Menurutnya, penghargaan harus menjadi bagian dari dorongan untuk menunjukkan kemampuan dan integritas dalam bekerja.

“Manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Integritas ditunjukkan, kemampuan bekerja,” kata Ardiansyah.

Dari 512 penerima, sebanyak 53 PNS mendapatkan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun, 113 orang menerima penghargaan XX Tahun, dan 346 orang memperoleh penghargaan X Tahun.

Penghargaan tersebut berasal dari dua keputusan Presiden, yakni penerima tahun 2025 dan Juli 2026. 

Penyematan bagi penerima tahun 2025 sebelumnya belum terlaksana sehingga digabung dengan penerima penghargaan tahun 2026.

“Keputusan Presiden ada dua tahap, yang pertama di tahun 2025 kemudian yang kedua di bulan Juli 2026. Karena pada saat tahun lalu kita belum sempat untuk memberikan penyematan ini, alhamdulillah hari ini kita satukan sehingga total semuanya ada 500-an lebih,” ujarnya.

Ardiansyah menilai, Satyalancana Karya Satya merupakan penghargaan bergengsi bagi PNS karena diberikan langsung berdasarkan keputusan Presiden.

“Ini adalah penghargaan yang sangat bergengsi bagi para ASN, pegawai negeri karena Presiden langsung memberikan penghargaan tersebut,” tuturnya.

Namun, dari 512 penerima, sebanyak 37 orang tidak mengikuti prosesi penyematan secara langsung. 

Rinciannya, 22 orang telah memasuki masa purna tugas, tiga orang meninggal dunia, dan 12 orang mengalami peralihan status kepegawaian.

Ardiansyah juga meminta penerima penghargaan menjadi contoh di lingkungan kerja, termasuk bagi bawahannya. 

Penghargaan tersebut, kata dia, harus tercermin dalam sikap dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Berikan fondasi yang bekerja kepada bawahannya bahwa Anda sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah, dari Presiden,” tukasnya.