El Nino Diprediksi Berlangsung Hingga 2027, Kaltim Termasuk Wilayah Terdampak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Koordinator BMKG Kaltim, Djoko Sumardiono dalam Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tangkapan layar/Tri/Pusaranmedia.com)
Koordinator BMKG Kaltim, Djoko Sumardiono dalam Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tangkapan layar/Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

El Nino Diprediksi Berlangsung Hingga 2027, Kaltim Termasuk Wilayah Terdampak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Koordinator BMKG Kaltim, Djoko Sumardiono dalam Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tangkapan layar/Tri/Pusaranmedia.com)
Koordinator BMKG Kaltim, Djoko Sumardiono dalam Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tangkapan layar/Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

El Nino Diprediksi Berlangsung Hingga 2027, Kaltim Termasuk Wilayah Terdampak

Koordinator BMKG Kaltim, Djoko Sumardiono dalam Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tangkapan layar/Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin

SAMARINDA – Fenomena El Nino yang masih menguat menjadi perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menghadapi musim hujan 2026/2027 di Kalimantan Timur (Kaltim). 

Selain kemarau yang berlangsung panjang, musim hujan mendatang diperkirakan memiliki durasi lebih pendek dengan sifat hujan dalam kategori normal.

Koordinator BMKG Kaltim, Djoko Sumardiono mengatakan indeks El Nino pada dasarian III September 2026 tercatat mencapai 3,44. Angka tersebut menjadi nilai tertinggi selama perkembangan El Nino tahun ini. Sementara itu, indeks bulanan berada di kisaran 2,77.

"Dengan indikator ini, El Nino di tahun ini memang yang sangat kuat. Dampaknya kita sudah bisa rasakan sendiri bahwa kekeringan kita, musim kemarau kita di Kalimantan Timur itu panjang," ungkap Djoko, Jumat (9/10/2026). 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan El Nino tahun ini berada pada kategori sangat kuat. Dampaknya turut dirasakan melalui musim kemarau yang berkepanjangan di Kaltim.

Djoko juga mengingatkan bahwa fenomena ini diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat. Berdasarkan sejumlah prediksi badan pemantau iklim dunia yang ia rujuk, El Ni berpotensi berlanjut hingga 2027 dan diperkirakan kembali menuju kondisi normal pada pertengahan tahun, sekitar Mei hingga Juli.

Di sisi lain, musim hujan 2026/2027 diprediksi berlangsung lebih singkat dengan curah hujan dalam kategori normal. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menyusun langkah antisipasi sejak dini.

Sektor pertanian, misalnya, perlu menyesuaikan kalender tanam dengan perkiraan durasi musim hujan. Dengan periode hujan yang relatif pendek, pemilihan jenis tanaman dan pengaturan waktu tanam menjadi penting agar kegiatan pertanian tidak terganggu keterbatasan air.

"Teman-teman dari Pertanian ini bisa merubah atau merencanakan kalender tanamnya," ujarnya. 

Pengelolaan sumber daya air juga perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan air saat kemarau berikutnya. Djoko mengingatkan, persediaan air perlu direncanakan sejak musim hujan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi ketika curah hujan kembali menurun pada 2027.

Selain kekeringan, peralihan musim juga berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi. Hujan lebat dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor, sedangkan wilayah pesisir perlu mewaspadai potensi banjir rob.

Masa peralihan dari kemarau ke hujan juga berpotensi disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon patah atau tumbang. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengantisipasinya melalui pemangkasan pohon yang rawan tumbang serta kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca.

Djoko berharap informasi prakiraan awal musim hujan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan, termasuk untuk sektor pertanian, pengelolaan air, penanggulangan bencana, dan perekonomian.

Ia juga berharap datangnya musim hujan dapat membantu meredam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani, sekaligus mengurangi asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.