Cegah Pelajar Terjerat Narkoba, BNN Bontang Tekankan Peran Penting Orang Tua dan Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cegah Pelajar Terjerat Narkoba, BNN Bontang Tekankan Peran Penting Orang Tua dan Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cegah Pelajar Terjerat Narkoba, BNN Bontang Tekankan Peran Penting Orang Tua dan Sekolah

Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

BONTANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang mendorong penguatan kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. 

Keterlibatan keluarga dan tenaga pendidik dinilai penting untuk melindungi anak sejak dini dari ancaman narkoba.

Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun lembaga yang menangani persoalan narkotika. 

Peran orang tua dan sekolah juga diperlukan untuk membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Menurut Lulyana, pengawasan terhadap anak perlu dibarengi komunikasi yang terbuka dan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga orang tua dan guru dapat lebih memahami kondisi anak serta mengenali potensi permasalahan yang dihadapi.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. Orang tua harus memberikan perhatian dan pengawasan, sementara sekolah juga perlu membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Ia mendorong sekolah untuk menggelar kegiatan parenting atau edukasi pengasuhan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. 

Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi orang tua untuk memperoleh pemahaman mengenai perlindungan anak, termasuk risiko penyalahgunaan narkoba.

“Kami mendorong sekolah mengadakan kegiatan parenting dengan melibatkan komite sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, DP3AKB, serta BNN Kota Bontang. Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mencegah anak terjerumus narkoba,” jelasnya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Edukasi mengenai bahaya narkoba juga perlu disampaikan secara berkelanjutan agar anak memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menghindari pengaruh negatif di sekitarnya.

Lulyana turut menyoroti pentingnya penerapan budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari perlindungan terhadap peserta didik. Lingkungan pendidikan yang mendukung dinilai dapat membantu anak merasa aman untuk berkomunikasi dan mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan.

Di sisi lain, BNN Bontang juga menekankan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi pelajar yang menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba.

Menurut Lulyana, proses pemulihan perlu berjalan beriringan dengan keberlanjutan pendidikan. Karena itu, koordinasi dengan pihak sekolah diperlukan agar pelajar yang menjalani rehabilitasi tetap mendapatkan kesempatan belajar.

“Bagi anak yang menjalani rehabilitasi rawat inap, misalnya, kami berkoordinasi dengan pihak sekolah agar mereka tetap bisa mengikuti ujian dan mendapatkan bimbingan belajar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelajar yang menjalani rehabilitasi tetap membutuhkan dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Pendekatan yang mengutamakan pemulihan dan keberlanjutan pendidikan menjadi bagian penting agar anak dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan baik.

Melalui penguatan peran orang tua, sekolah, dan lembaga terkait, BNN Bontang berharap pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. 

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga pada perlindungan anak agar tidak terpapar narkoba sejak dini.