Nunukan dan Sabah Bangun Sinergi Kesehatan untuk Percepat Eliminasi Malaria

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pejabat Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia Dr Abdul Marsudi bin Manah saat bertandang ke Nunukan (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)
Pejabat Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia Dr Abdul Marsudi bin Manah saat bertandang ke Nunukan (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Nunukan dan Sabah Bangun Sinergi Kesehatan untuk Percepat Eliminasi Malaria

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pejabat Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia Dr Abdul Marsudi bin Manah saat bertandang ke Nunukan (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)
Pejabat Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia Dr Abdul Marsudi bin Manah saat bertandang ke Nunukan (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Nunukan dan Sabah Bangun Sinergi Kesehatan untuk Percepat Eliminasi Malaria

Pejabat Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia Dr Abdul Marsudi bin Manah saat bertandang ke Nunukan (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin 

NUNUKAN – Kedekatan geografis dan tingginya mobilitas masyarakat antara Kabupaten Nunukan dan Negeri Sabah, Malaysia, menjadi alasan penting bagi kedua wilayah untuk memperkuat kerja sama dalam pengendalian malaria. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia ke Kabupaten Nunukan.

Rombongan Sabah dipimpin Jabatan Kesehatan Negeri Sabah Abdul Marsudi Bin Manah. 

Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarlembaga kesehatan, sekaligus mendorong kerja sama lintas negara yang lebih terarah dalam menghadapi tantangan pengendalian malaria di kawasan perbatasan.

Plt Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan menilai malaria tidak dapat ditangani hanya dengan mengandalkan kebijakan dan langkah penanggulangan di masing-masing wilayah. 

Mobilitas penduduk, aktivitas perdagangan, perjalanan lintas batas, serta interaksi sosial masyarakat berpotensi memengaruhi dinamika penularan penyakit di daerah perbatasan.

Kondisi tersebut menuntut adanya sistem pengendalian yang tidak hanya berfokus pada penanganan pasien, tetapi juga mencakup pemantauan kasus, deteksi dini, pengobatan, pengendalian vektor, serta pertukaran informasi kesehatan secara berkelanjutan.

“Kalimantan Utara memiliki wilayah perbatasan darat dan laut yang berhubungan langsung dengan Malaysia, khususnya Negeri Sabah. Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri dalam pengendalian malaria, namun sekaligus menjadi peluang untuk membangun model kerja sama lintas negara yang lebih baik,” jelasnya.

Iwan menegaskan, koordinasi yang efektif menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung upaya eliminasi malaria. Melalui komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, jajaran kesehatan provinsi dan otoritas kesehatan Sabah, penanganan kasus di kawasan perbatasan diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi.

Iwan berharap kunjungan tersebut menjadi awal penguatan mekanisme koordinasi yang lebih konkret, terutama dalam surveilans penyakit, penemuan dan pengobatan kasus, pertukaran data, serta pencegahan penularan di wilayah yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat tinggi.

Sementara itu, Abdul Marsudi Bin Manah menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemkab Nunukan. Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi berkembang menjadi landasan bagi hubungan kerja sama yang lebih erat antara Sabah dan Kalimantan Utara.

“Kami amat berbesar hati atas pelayanan yang cukup baik. Saya dan tim mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang diberikan,” tuturnya.

Kunjungan ini, lanjut Abdul Marsudi, diharapkan menghasilkan kesepahaman dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak. Dengan koordinasi lintas batas yang semakin kuat, upaya pengendalian malaria diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi bersama untuk melindungi kesehatan masyarakat di kedua wilayah.

Bagi Nunukan sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, kerja sama tersebut memiliki arti strategis. 

Selain memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, sinergi dengan Sabah juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem kewaspadaan penyakit yang mampu merespons risiko penularan secara lebih cepat, terukur dan berkelanjutan.