Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Keindahan laut Derawan–Maratua hingga kejernihan Labuan Cermin menjadi modal besar pariwisata Kabupaten Berau.
Namun, untuk menarik lebih banyak wisatawan, termasuk dari mancanegara, pemerintah daerah kini dihadapkan pada pekerjaan yang tak kalah penting, yakni memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang nyaman, aman, dan berkesan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menilai daya saing pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam. Kualitas pelayanan, kebersihan, kemudahan akses, serta kesiapan masyarakat dalam menyambut pengunjung turut menentukan apakah wisatawan ingin kembali atau merekomendasikan Berau kepada orang lain.
Pembenahan pariwisata pun mulai diarahkan pada peningkatan mutu pengelolaan destinasi, bukan sekadar memperkenalkan objek wisata baru. Pemerintah ingin memastikan potensi yang sudah dikenal luas dapat didukung layanan yang sepadan dengan harapan wisatawan.
Menurut Yudha, kesan pengunjung terbentuk sejak perjalanan menuju destinasi hingga mereka meninggalkan kawasan wisata. Persoalan transportasi, fasilitas yang belum memadai, maupun pelayanan yang belum konsisten bisa memengaruhi penilaian wisatawan terhadap suatu daerah.
“Sekarang tantangannya adalah memastikan wisatawan merasakan pelayanan yang baik, sehingga keindahan yang mereka lihat sejalan dengan kenyamanan selama berkunjung,” ujarnya.
Disbudpar Berau pun mendorong peningkatan kemampuan sumber daya manusia di sektor pariwisata, termasuk pemandu lokal dan pelaku usaha yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Kesiapan kampung wisata serta penataan fasilitas pendukung juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kunjungan.
Di sisi lain, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan mendapat ruang lebih besar untuk mengambil manfaat dari aktivitas pariwisata. Produk kuliner khas, kerajinan, serta berbagai hasil ekonomi kreatif lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Pengembangan layanan berbasis digital juga menjadi perhatian. Informasi destinasi yang mudah diakses, promosi yang terintegrasi, hingga kemudahan memperoleh informasi perjalanan dinilai penting untuk menjangkau wisatawan yang semakin terbiasa merencanakan perjalanan secara daring.
Yudha menegaskan, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan keterlibatan masyarakat dan pelestarian identitas lokal. Dengan begitu, pertumbuhan kunjungan tidak hanya menguntungkan pengelola destinasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi kampung-kampung wisata.
“Targetnya bukan sekadar membuat orang datang ke Berau. Kita ingin mereka merasa nyaman, menikmati pengalaman yang baik, mengenal budaya lokal, dan memiliki alasan untuk kembali,” tegasnya.
Pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Berau memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan wisata bahari dan budaya unggulan di Kalimantan Timur.
Konsistensi pelayanan dan kesiapan fasilitas diharapkan menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan di tengah persaingan antardaerah.
Dengan demikian, tantangan pariwisata Berau ke depan bukan hanya memperluas promosi ke pasar nasional maupun internasional, melainkan memastikan kualitas di lapangan mampu memenuhi janji yang ditawarkan melalui promosi tersebut. (Adv)



